Kepercayaan kepada Gianni Infantino Runtuh, Berikut 3 Skenario yang Bisa Membuatnya Lengser dari FIFA

Gianni Infantino menghadapi tekanan untuk mundur dari jabatan Presiden FIFA setelah rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia menuai penolakan yang luas.

Bola.com, Jakarta - Gianni Infantino menghadapi tekanan untuk mundur dari jabatan Presiden FIFA setelah rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia menuai penolakan yang luas. FIFA akhirnya membatalkan proposal tersebut pada Sabtu (1/8/2026), tetapi kontroversi itu memunculkan pembahasan mengenai tiga mekanisme yang dapat mengakhiri masa jabatan Infantino sesuai Statuta FIFA.

FIFA sebelumnya berencana mengundang investor eksternal untuk memiliki saham minoritas di anak perusahaan barunya, FIFA Forward Enterprise (FFE). Sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA diberi tenggat hingga 19 September untuk menyetujui proposal tersebut dengan imbalan dana hingga 30,1 juta poundsterling bagi masing-masing federasi.

Proposal itu memicu penolakan dari berbagai konfederasi. UEFA menjadi pihak pertama yang mengancam akan memboikot Piala Dunia apabila rencana tersebut tetap dijalankan. Sikap serupa kemudian diikuti oleh Concacaf dan AFC.

Kontroversi tersebut juga memicu gejolak di internal FIFA. Penasihat senior Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri setelah menyebut proposal itu sebagai kesepakatan yang buruk bagi sepak bola. Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, dikabarkan mengancam mundur karena merasa dibohongi oleh Infantino.

Meski proposal tersebut telah dibatalkan, UEFA menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino dan menyebut skema itu sebagai kesepakatan murahan yang dilakukan secara tertutup. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) juga menyerukan peninjauan menyeluruh terhadap kepemimpinan FIFA.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Upaya Menggulingkan Infantino Mulai Menguat

Mantan Ketua FA, David Bernstein, menilai masa depan Infantino masih bergantung pada dukungan asosiasi anggota FIFA.

"Dalam organisasi yang normal, jika dia harus mundur karena persoalan sebesar ini, kemungkinan besar dia akan disingkirkan. Namun FIFA bukan organisasi yang normal. Jika dia mendapat dukungan dari cukup banyak asosiasi nasional, dia akan tetap bertahan," kata Bernstein.

Koresponden olahraga Sky News, Rob Harris, melaporkan upaya untuk menggulingkan Infantino kini mulai menguat. 

 

 

 

 

Cara Menyudahi Kepemimpinan Infantino

Berdasarkan Statuta FIFA, terdapat jalur yang dapat membuat Presiden FIFA kehilangan jabatannya.

1. Mosi Tidak Percaya

Sebanyak 20 persen anggota FIFA atau 43 asosiasi anggota dapat meminta digelarnya Kongres Luar Biasa FIFA. Dalam kongres tersebut, mereka dapat mengusulkan agenda pemungutan suara untuk memberhentikan presiden.

2. Investigasi Komite Etik FIFA

Komite Etik FIFA dapat menyelidiki dugaan pelanggaran Kode Etik FIFA berdasarkan laporan resmi dari anggota atau pejabat FIFA. Jika terbukti melanggar, presiden dapat dijatuhi sanksi, termasuk larangan beraktivitas di dunia sepak bola. Namun, menurut laporan tersebut, opsi ini dinilai kecil kemungkinannya karena belum ada dugaan pelanggaran etik yang jelas.

3. Kalah dalam Pemilihan Presiden FIFA

Infantino akan kembali mencalonkan diri pada pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Jika mayoritas anggota Kongres FIFA memilih kandidat lain, masa jabatan Infantino sebagai Presiden FIFA akan berakhir melalui proses pemungutan suara tersebut.

Sumber: SPORT BIBLE

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer