Teringat 10 Tahun Lalu, Calvin Verdonk Kembali Main di Lapangan Sintetis Markasnya Bodo/Glimt di Liga Champions

Teringat 10 Tahun Lalu, Calvin Verdonk Kembali Main di Lapangan Sintetis Markasnya Bodo/Glimt di Liga Champions

Bola.com, Jakarta - Calvin Verdonk punya cerita menarik saat membela klubnya, Lille, pada lanjutan League Phase Liga Champions 2026/2027. Pemain Timnas Indonesia itu bermain penuh saat Lille menahan imbang than rumah Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.

Cerita yang dimaksud adalah Calvin Verdonk akhirnya kembali merasakan bermain di atas rumput artifisial atau sintetis dalam sebuah pertandingan. Verdonk bermain solid sepanjang laga, meski bermain di rumput sintetis.

"Terakhir kali saya bermain di rumput sintetis pada level U-19 di usia 19 tahun. Sudah 10 tahun lalu," ujar Calvin Verdonk dalam wawancara dengan BeinSport. 

Hasil imbang yang didapat timnya, merupakan poin pertama yang diraih Lille di Liga Champions musim ini. Sebelumnya, mereka selalu kalah di tiga lawal melawan Real Betis, Arsenal, dan Galatasaray.

Lille kini berada di urutan ke-34, atau naik satu strip di atas FC Porto dan Slovan Bratislava.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tidak Mudah

Calvin Verdonk menjadi pemain paling menonjol di Lille dalam pertandingan di markas Bodo/Glimt. Bahkan ia terpilih sebagai man of the match atau pemain terbaik dalam pertandingan.

Sepanjang laga 90 menit, pemain sayap kiri andalan Timnas Indonesia itu membukukan 77 sentuhan bola, 83 persen akurasi passing, 8 kali aksi bertahan, 8 kali operan menembus lini, empat tekel, tiga sapuan, satu intersepsi, dan tiga pemulihan.

Pemain berusia 29 tahun ini juga mencatat dua kali sentuhan di kotak penalti lawan, tiga kali melepaskan umpan panjang akurat, hingga memenangkan empat duel udara dari enam kesempatan.

"Pertandingan yang sulit. Kami sudah mengetahui sebelumnya. Banyak tim yang kesulitan di sini," beber Calvin Verdonk.

"Di babak pertama kami mengalami kesulitan dengan angin. Kemudian rumput artifisial jauh lebih cepat daripada rumput biasa. Tapi kami juga melakukan beberapa hal yang baik," tegas pemain 29 tahun tersebut.

 

Akui Kehebatan Bodo/Glimt

Verdonk mengaku tidak mudah untuk bisa mencuri poin di markas Bodo/Glimt. Tim asal Norwegia itu sudah kondang sebagai penakluk tim raksasa seperti Manchester City, Atletico Madrid, hingga Inter Milan musim lalu.

Dengan sudah bermain tiga pertandingan di arena Liga Champions, membuat Verdonk semakin percaya diri untuk menghadapi laga-laga selanjutnya.

"Saya pikir agak sulit dikatakan, karena kami datang ke sini untuk mengincar tiga poin. Sayangnya kami mendapat 1 poin. Tapi kami harus bergerak dan ada beberapa pertandingan lainnya," tutur eks pemain NEC Nijmegen.

"Bodo/Glimt tim yang bagus, solid, mereka sudah lama bermain bersama. Jadi bukan hanya faktor lapangan, tapi memang mereka memiliki tim yang bagus," tandas Calvin Verdonk.

Sumber: BeinSport

Video Populer

Foto Populer