Sukses


Wawancara Tony Ho: "Jangan Sampai Situasi Sekarang Makin Parah"

Bola.com, Jakarta - Semenjak kompetisi ISL 2015 dihentikan PSSI sebagai buntut pembekuan organisasi dan aktivitas PSSI yang dilakukan Menpora, praktis kegiatan klub ikut terhenti. Tak adanya aktivitas membuat klub memilih membubarkan tim. Kontrak pemain dan pelatih diputus dan mereka dipersilakan kembali ke rumah masing-masing.

Salah satu klub yang melakukan kebijakan itu adalah Persebaya Surabaya. Tony Ho jadi salah satu yang terdampak situasi sepak bola Indonesia yang sedang suram. Sudah beberapa bulan ini Tony "dibebastugaskan" dari jabatannya sebagai asisten pelatih Persebaya.

Bola.com yang bertemu Tony di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (27/7/2015), menanyakan keseharian mantan pemain PSM era 90-an itu. Tony, juga menyampaikan pemikirannya perihal konflik PSSI-Menpora.

Apa kesibukan Anda sekarang?
Bisa dikatakan tetap melatih, yang bisa dilatih. Kemarin sempat melatih di Nahusam FC yang ikut di Liga Ramadhan di Makassar.

Bagaimana kabar Persebaya?
Sementara masih belum ada kegiatan. Kami berencana mengikuti Piala Indonesia Satu. Hanya itu agenda terdekat yang kami punya. Tapi, belum ada pemain yang berlatih bersama. Mereka masih berada di luar klub.

Menurut Anda situasi yang dihadapi pemain dalam suasana seperti ini seperti apa sebenarnya?
Seperti ayam kehilangan induk karena tidak ada kompetisi. Padahal, situasi seperti ini baru berjalan beberapa bulan. Bagaimana nantinya bila terjadi dalam waktu yang lama.

Apakah dari jajaran pelatih sudah berkomunikasi dengan Menpora?
Sejauh ini belum karena pelatih belum punya organisasi yang bisa mewakili secara resmi. Kalau di masa mendatang pelatih juga mempunyai organisasi,  kemungkinan bila ada persoalan, kami bisa menemui pihak yang berseteru untuk menyampaikan pendapat kami. Dalam kasus ini, mungkin kami akan bertemu Menpora untuk membicarakan dampak pembekuan.

Bagaimana Anda menilai konflik PSSI-Menpora?
Dari sisi organisasi, sebenarnya keduanya tak ada yang salah. Hanya oknum-oknumnya yang membuat kesalahan hingga situasi seperti sekarang terjadi.

Harapan Anda mengenai situasi sepak bola Indonesia saat ini?
Saya tentu berharap situasi sekarang jangan sampai lebih parah. Sesegera mungkin Menpora Imam Nahrawi mencabut SK pembekuan terhadap PSSI agar semuanya bisa berjalan normal kembali.

Baca Juga :

Wawancara Evan Dimas: "Saya Latihan Terus dan Belajar Masak"

Wawancara Atep: Rela Digaji Lebih Kecil asal Bisa Main Lagi

Wawancara: Pieter Huistra Bicara soal Masa Depannya di PSSI

Video Populer

Foto Populer