Sukses


4 Laga Panas Pekan ke-32 BRI Liga 1: Apa Masih Berani Main Mata di Tengah Sorotan Publik?

Bola.com, Jakarta - Psda akhir musim, pertandingan BRI Liga 1 2023/2024 dapat sorotan publik sepak bola Indonesia. Ini menyusul dua hasil laga aneh yang dilakoni Bhayangkara FC kontra Persik dengan skor ajaib 7-0 dan Borneo FC melawan Madura United 0-4.

Kecurigaan ada main mata untuk mengatur skor akhir laga pun menyeruak. Ada tengara nonteknis hasil akhir seolah sudah diatur untuk menyelamatkan dan membantu langkah salah satu tim tertentu.

Meskipun secara teknis di lapangan Persik kalah akibat bek asing Anderson do Nascimento absen karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan gelandang asal Nepal, Rohit Chand, juga berhalangan karena cedera.

Sementara kekuatan Borneo FC terreduksi sangat banyak karena empat pemainnya membela Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia 2024 Qatar. Belum lagi keroposnya lini belakang yang disebabkan cedera dialami Agung Prasetyo dan Leo Lelis.

Namun, tampaknya alasan teknis tersebut tak bisa diterima publik. Karena baik Persik maupun Borneo FC sedang dalam tren bagus di papan atas. Tampaknya pula sorotan main sabun diprediksi akan berlanjut pada pekan ke-32 nanti.

Ada beberapa partai yang melibatkan tim-tim papan atas dan bawah yang menentukan nasib masing-masing untuk masuk empat besar maupun menghindari ancaman degradasi. Berikut empat laga BRI Liga 1 yang patut dicermati.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 6 halaman

1. Persik Vs Persita

Duel Bhayangkara FC dengan Persik pekan lalu benar-benar bikin heboh sepakbola Nasional. Betapa tidak. Persik yang sebelumnya dengan perkasa menjagal Persikabo 1973 dengan skor 5-2 dan mengirim Laskar Padjajaran ke jurang degradasi, tiba-tiba tak berkutik di bawah ketiak penggawa Bhayangkara FC saat dipermak 7-0.

Padahal kedua kontestan ini, Persikabo 1973 dan Bhayangkara FC sama-sama berada di zona neraka. Atas kecurigaan tuduhan sepakbola gajah, internal Persik pun melakukan rapat darurat yang menghasilkan keputusan agar Satgas Mafia Sepakbola Indonesia menyelidiki partai kontra Bhayangkara FC tersebut.

Berikutnya, Persik akan menjamu Persita. Masih ada main sabunkah di laga ini? Jika itu terjadi, peluangnya sangat kecil. Tampaknya Persik akan mati-matian mengembalikan nama baiknya main di kandang di hadapan pendukungnya sendiri. Apalagi mereka masih berpeluang menembus posisi empat besar, seperti keinginan dari Persikmania.

Bentrokan dua finalis Liga 2 2019 ini akan jadi simalakama. Jika Persik dibekuk Persita, maka penilaian kepercayaan publik Kediri terhadap tim idolanya makin menurun. Apalagi Pendekar Cisadane, julukan Persita, sedang berjuang agar terhindar dari degradasi.

3 dari 6 halaman

2. PSS Kontra Dewa United

Laga ini juga menarik untuk diamati. Posisi PSS yang masih belum aman dari degradasi tentu membuat atmosfer pertandingan akan seru. Karena RANS Nusantara FC, Persita, Arema FC, dan Bhayangkara FC terus mengintip peluang menggeser PSS.

Dewa United FC yang secara mengejutkan menyodok ke papan atas dengan menundukkan Persebaya 0-3 di Surabaya pekan sebelumnya belum tentu memberi poin cuma-cuma kepada Super Elang Jawa, sebutan PSS.

4 dari 6 halaman

3. Bali United versus Bhayangkara FC

Kredibilitas Bali United akan dipertaruhkan saat menjamu Bhayangkara FC, lawan yang sedang jadi sorotan menyusul skor aneh 7-0 melawan Persik di Jakarta lalu.

Jika Bali United keok di kandang, maka kecurigaan bahwa ada upaya penyelamatan agar Bhayangkara FC lolos degradasi akan makin kuat. Mau kah Serdadu Tridatu, sebutan Bali United, menyerahkan poin cuma-cuma kepada tamunya di hadapan para Sameton, pendukung Bali United, di kandang sendiri?

Posisi Bali United relatif juga belum nyaman di zona Champhionship Series. Apalagi ini laga kandang terakhir bagi pasukan Stefano Cugurra memantapkan posisi di empat besar.

Duel ini akan sengit. Jika Bhayangkara FC hanya meraup hasil imbang dan apalagi kalah, maka tim asuhan Emral Abus dan Gomez de Oliviera ini akan menyusul Persikabo 1973 degradasi ke Liga 2 musim depan.

5 dari 6 halaman

4. Borneo FC Menjamu Arema FC

Nah ini dia. Borneo FC kembali diuji dengan kedatangan Arema FC. Jika Pesut Etam kalah lagi, maka dalih berkurangnya kekuatan tim seperti mereka dipermalukan Madura United 0-4 pekan sebelumnya akan dijadikan kambing hitam lagi.

Jika Arema FC yang akhirnya memenangkan pertarungan tentu suara minor akan tetap mencuat. Borneo FC bakal dituding membantu Singo Edan menjauhi zona degradasi. Meskipun Dedik Setiawan dkk. meraih poin absolut berkat kerja keras sendiri.

6 dari 6 halaman

Lihat Peta Persaingan di Musim Ini

Video Populer

Foto Populer