Apakah Sudah Waktunya Rio Ngumoha Jadi Starter Liverpool di Premier League?

Fans Liverpool ingin tahu, sudah saatnya Rio Ngumoha jadi starter di Premier League?

Bola.com, Jakarta - Pertanyaan mulai mengemuka di kalangan suporter Liverpool: apakah sudah waktunya Rio Ngumoha menjadi starter di Premier League?

Penampilan pemain berusia 17 tahun itu saat Liverpool meraih kemenangan dramatis di markas Nottingham Forest, Minggu (22-2-2026), menjadi pemantik diskusi tersebut.

Masuk sebagai pemain pengganti, Ngumoha menghadirkan perubahan nyata dalam laga yang sebelumnya berjalan buntu bagi tim tamu.

Sepanjang musim ini, pelatih Liverpool, Arne Slot, menangani perkembangan Ngumoha dengan hati-hati. Menit bermainnya lebih banyak datang di kompetisi piala domestik.

Meski begitu, tak ada pemain seusianya yang tampil lebih sering di Premier League musim ini. Itu saja sudah menjadi sinyal betapa besar kepercayaan klub kepadanya.

Di City Ground, Liverpool kesulitan menciptakan peluang berarti hingga Ngumoha masuk. Larinya yang langsung, keberaniannya dalam duel satu lawan satu, serta kelincahan kakinya membuat lini belakang Forest yang sebelumnya solid, mulai goyah.

Sentuhan akhirnya pun berbahaya. Sejak kehadirannya, laga berubah menjadi lebih kacau, termasuk lahirnya peluang-peluang akhir milik Alexis Mac Allister hingga gol penentu di masa tambahan waktu.

Momen itu terasa seperti tanda bahwa sudah saatnya Ngumoha "dilepas tali kekangnya".

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Berikan Kebebasan

Suporter jelas menginginkannya. Ada kesan di tribune bahwa ia lebih sering ditahan ketimbang diberi kebebasan.

Slot belum pernah memasukkannya sebelum menit ke-70 dalam laga Premier League, dan dari sembilan penampilan, hanya lima kali ia mendapat lebih dari 10 menit waktu normal untuk memberi dampak.

Namun, dua kali kini ia menunjukkan sentuhan pembunuh sebagai pembeda.

Gol kemenangan di masa tambahan waktu melawan Newcastle United pada Agustus lalu menjadi perkenalan besar bagi Ngumoha di level senior. Setelah itu, klub memang wajar mengelola menit bermainnya, apalagi di depannya ada para pemain internasional berpengalaman bernilai jutaan paun.

Ia juga tampil di semua kompetisi musim ini. Dalam tiga laga piala yang ia mulai sebagai starter, melawan Southampton dan Crystal Palace di Carabao Cup, serta Barnsley FC di Piala FA, ia tampil solid, meski belum benar-benar menonjol.

Namun, penampilan melawan Forest menunjukkan esensi permainannya.

"Dia masuk pada menit ke-77 dan melakukan lebih banyak dalam 15 menit dibanding (Cody) Gakpo dan (Mohamed) Salah sampai saat itu. Dia butuh lebih banyak kesempatan. Dia harus menjadi starter," kata Jamie Carragher, Legenda Liverpool, di Sky Sports.

Potensi Luar Biasa

Slot tak menampik potensi luar biasa anak asuhnya.

"Dia punya potensi luar biasa. Kalau tidak, di usia 17 tahun dia tidak akan mendapat menit sebanyak ini di Premier League, atau di Liverpool. Tidak ada pemain 17 tahun lain di Premier League yang punya menit sebanyak itu. Itu menunjukkan betapa kami menghargainya. Dia terus berkembang, makin kuat, dan fakta bahwa dia bisa menunjukkannya di usia 17 tahun mengatakan sesuatu tentang bakatnya," tutur Slot.

Meski demikian, Slot menekankan bahwa seperti pemain muda lainnya, Ngumoha masih perlu membangun mentalitas yang kukuh untuk bertahan di klub sebesar Liverpool.

Ia menunjuk Mac Allister sebagai contoh ideal, gelandang Argentina itu sempat kesulitan musim ini, tetapi tetap mampu bekerja keras dan hadir pada momen krusial untuk mencetak gol kemenangan.

Ngumoha memang masih mentah dan sesekali melakukan kesalahan. Namun, ketika Liverpool kehabisan ide, ia mengubah jalannya pertandingan. Umpan silang briliannya yang mengarah ke kotak penalti pada menit ke-89 memberi Hugo Ekitike peluang emas pertama tim tamu.

Stefan Ortega melakukan penyelamatan gemilang, bola liar sempat mengenai Ola Aina sebelum masuk ke gawang kosong lewat sentuhan Mac Alliste, tetapi dianulir karena handball setelah tinjauan VAR.

Mengetuk Pintu Premier League

Tak lama kemudian, Mac Allister memastikan kemenangan dengan menyambar bola liar di kotak penalti.

Gol itu tercatat sebagai gol kemenangan paling telat keempat dalam sejarah Liverpool di Premier League dan menjadi gol ke-48 mereka yang lahir pada menit ke-90 atau setelahnya, terbanyak dibanding klub mana pun.

Bagi Forest, hasil itu menjadi pukulan telak dalam perjuangan menghindari degradasi. Sepanjang sebagian besar laga, mereka tampil lebih baik dan hampir mengamankan satu poin berharga. Akan tetapi, ledakan energi yang dipimpin Ngumoha mengubah segalanya.

Bagi pendukung di tribune tandang, itu adalah euforia sempurna: gol dianulir, lalu kemenangan yang lebih dramatis lagi tetap sah.

Bagi tuan rumah, itu adalah luka paling menyakitkan, ditaklukkan di ujung laga oleh dorongan segar dari seorang pemain 17 tahun yang kini mulai mengetuk pintu sebagai starter Premier League.

 

Sumber: The Athletic

Video Populer

Foto Populer