Senne Lammens Jadi Antitesis Andre Onana di MU: Tenang, Dingin, dan Penuh Kendali

Senne Lammens telah menjadi segala hal yang tidak dimiliki Andre Onana: tenang, kalem, dan penuh kendali.

Bola.com, Jakarta - Di tengah tekanan dan kekacauan yang mewarnai laga, kehadiran Senne Lammens justru terasa seperti oase ketenangan.

Sulit rasanya tidak membayangkan bagaimana jalannya pertandingan ini seandainya Andre Onana masih berdiri di bawah mistar gawang Manchester United.

Everton tampil dengan pendekatan yang sangat agresif: memenuhi kotak enam yard dan terus mengirimkan bola-bola mati tepat ke area penjaga gawang. Strategi itu bisa saja menjadi mimpi buruk jika Onana yang mengawal gawang.

Namun, Lammens menghadirkan karakter berbeda; tenang, sederhana, penuh kontrol, berbanding terbalik dengan kesan tak stabil yang kerap melekat pada pendahulunya.

Di era ketika serangan bola mati kembali menjadi senjata utama, kontribusi kiper asal Belgia itu terasa sangat signifikan sejak direkrut dari Royal Antwerp dengan nilai transfer 18,2 juta paun. Angka tersebut kini tampak seperti sebuah keuntungan besar.

Jika menilai rekrutan musim panas berdasarkan harga dan dampaknya, Lammens layak disebut sebagai satu di antara yang terbaik di Eropa musim ini. 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dampak Lammens

Pelatih MU, Michael Carrick, merangkum pengaruh Lammens dengan jelas.

"Bagi saya, seorang penjaga gawang harus bisa diandalkan, bisa dipercaya. Alih-alih menciptakan kekacauan, Anda ingin dia meredamnya dan menenangkan keadaan. Saya rasa Senne adalah sosok seperti itu," ujarnya.

"Dia kadang terlihat pendiam dan sederhana, tetapi ada mental baja di dalam dirinya. Masuk ke peran sebesar ini bukan hal mudah. Ada yang butuh waktu untuk beradaptasi, ada juga yang langsung nyaman. Cara dia menjalaninya dengan ketenangan dan kontrol diri saat ini sangat membantu pemain di depannya," lanjut Carrick.

Kehadiran Edwin van der Sar sebagai analis di studio siaran pertandingan malam itu terasa simbolis. Perbandingan antara Lammens dan mantan kiper legendaris Setan Merah tersebut, terutama dari sisi karakter dan kepribadian, makin sulit dihindari.

Carrick, yang pernah meraih gelar Liga Inggris dan Liga Champions bersama Van der Sar di Old Trafford, tak sepenuhnya menepis kemiripan tersebut.

"Saya harus hati-hati dengan apa yang saya katakan, tapi saya mengerti maksudnya. Saya tidak ingin membandingkan mereka karena itu tidak adil bagi Senne. Tapi, memang ada kemiripan," kata Carrick.

Peran Pemandu Bakat MU

Di balik keberhasilan transfer ini, ada peran penting pemandu bakat kiper MU, Tony Coton. Jika mengikuti keinginan Ruben Amorim, MU mungkin akan merekrut Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan biaya jauh lebih besar, baik dari sisi transfer maupun gaji.

Namun, Coton, yang sebelumnya tidak sepakat dengan perekrutan Onana, mendorong kuat nama Lammens, dan keputusan itu kini terlihat sangat tepat.

Sepanjang laga, Everton mendapatkan 10 sepak pojok, sementara MU hanya satu. Meski terus ditekan dan dikerubungi pemain berbaju biru, Lammens tak pernah tampak panik.

Rekan-rekannya membantu membuka ruang di kotak penalti yang kerap berubah seperti scrum rugby, tetapi kemampuan Lammens, baik saat menangkap bola maupun meninju menjauh, menjadi kunci clean sheet Setan Merah.

Ia juga melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tembakan keras Michael Keane dan menunjukkan refleks serta tangkapan kuat saat menghadapi sepakan keras di akhir laga dari Tyrique George.

"Itu tempat yang sulit, terutama 15 menit terakhir. Begitu banyak umpan silang dan sepak pojok yang harus dia hadapi, dan ada beberapa tembakan yang dia tangkap dengan tenang sehingga meredam tekanan. Lompatan level yang dia alami itu besar, tanpa meremehkan apa pun. Ini lompatan besar, dan cara dia menghadapinya serta langsung beradaptasi menunjukkan kepribadiannya. Dia benar-benar mampu mengatasi lingkungan dan bermain di level itu," tutur Carrick.

Tak Mudah Diintimidasi

Sejak tiba di MU, Lammens memimpin di antara kiper Liga Inggris dalam kategori penyelamatan berdasarkan XGoT (expected goals on target) yang dihadapinya, indikator seberapa banyak gol yang berhasil ia cegah dibandingkan kualitas peluang lawan.

Ia juga menunjukkan bahwa dirinya bukan kiper yang mudah diintimidasi secara fisik.

Lammens mengakui kerasnya duel tersebut.

"Everton sangat fisik, jadi kami tahu bola mati akan sulit, tetapi itu kekuatan saya, jadi saya senang. Hari ini mungkin sedikit kewalahan! Saya harus berdiri agak di belakang garis gawang agar bisa keluar, tetapi sulit juga bagi wasit untuk mengawasi," ungkapnya.

'Semakin sulit, semakin sulit."

"Memang semakin sulit untuk menghadapinya, tetapi kadang Anda tidak boleh terlalu memikirkan pemain di sekitar karena bisa membuat Anda lupa pada bolanya."

"Transisi saya berjalan baik. Saya terus berkembang dan makin percaya diri. Dan jika saya dibandingkan dengan Edwin van der Sar, itu tentu selalu menyenangkan!," ucapnya.

 

Sumber: Telegraph

Video Populer

Foto Populer