Marcus Rashford Dituding Terobsesi dengan Uang di Tengah Saga Transfernya

Marcus Rashford dituding terlalu terobsesi dengan uang di tengah ketidakpastian transfernya.

Bola.com, Jakarta - Masa depan Marcus Rashford kembali menjadi bahan perdebatan. Penyerang Manchester United itu dinilai harus menurunkan tuntutan gajinya jika masih ingin membuka peluang bergabung dengan klub besar pada bursa transfer musim panas ini.

Peringatan tersebut datang dari mantan pemain Chelsea, Pat Nevin.

Menurut Nevin, pilihan klub untuk Rashford main terbatas, terutama setelah Barcelona yang sempat dikaitkan kuat dengannya justru mendatangkan Anthony Gordon.

Rashford menghabiskan musim 2025/2026 sebagai pemain pinjaman di Barcelona. Selama berada di Spanyol, pemain Timnas Inggris itu tampil cukup produktif dengan mencatatkan dua digit gol dan assist.

Performa tersebut sempat memunculkan spekulasi bahwa Barcelona akan mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai sekitar 26 juta paun.

Namun, kedatangan Gordon dengan nilai transfer 69,3 juta paun membuat peluang Rashford bertahan di Camp Nou kian tipis.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Perlu Ubah Prioritas

Nevin menilai Rashford perlu mengubah prioritasnya jika ingin menyelamatkan kariernya.

"Kalau saya menjadi penasihat Marcus Rashford, saya akan menyuruhnya berhenti terlalu terobsesi dengan uang dan mencari kesepakatan untuk tetap di Manchester United karena di sanalah tempat yang paling cocok untuknya," kata Nevin kepada Grosvenor Casinos.

Meski begitu, Nevin juga meragukan kemungkinan Rashford kembali menjadi bagian penting MU.

"Saya tidak tahu apakah Barcelona benar-benar bisa terus membayar gaji sebesar itu. Real Madrid bisa. Klub lain rasanya tidak mampu membayar jumlah yang sangat besar untuk pemain yang memiliki rekam jejak yang naik turun," ujarnya.

"Jangan lupa, gaji yang dia terima di Manchester United sangat besar. Karena itu, jumlah klub yang bisa merekrutnya menjadi terbatas. Klub seperti Chelsea tidak akan membelinya karena mereka lebih fokus merekrut pemain muda dan kemudian membangun nilai jual mereka. Jadi, pilihan klub untuknya makin sedikit," ulas Nevin.

Real Madrid Opsi Paling Realistis

Menurut Nevin, hanya Real Madrid yang secara finansial mampu memenuhi tuntutan gaji Rashford saat ini.

Namun, ia tetap menilai sang pemain seharusnya lebih memikirkan kesempatan bermain secara reguler dibanding mengejar kontrak dengan nilai tertinggi.

Sebelum dipinjamkan ke Barcelona, Rashford juga sempat membela Aston Villa pada paruh kedua musim 2024/2025. Bersama tim asuhan Unai Emery, ia mencetak empat gol dan enam assist dalam 17 pertandingan.

Aston Villa yang kembali lolos ke Liga Champions masih berpeluang menjadi tujuan berikutnya, tetapi Nevin menilai hal itu hanya mungkin terjadi jika Rashford bersedia menurunkan ekspektasi gajinya.

Ia juga menilai kehidupan di Spanyol cukup cocok bagi Rashford.

Hidupkan Karier di MU

Meski begitu, pria berusia 62 tahun tersebut tetap berpendapat bahwa Rashford seharusnya mencoba menghidupkan kembali kariernya di Old Trafford, walau dua manajer MU sebelumnya sama-sama memilih meminjamkannya ke klub lain.

"Kalau saya memberi saran kepada Marcus, saya akan mengingatkannya bahwa karier pesepak bola itu singkat dan dia harus bermain sesering mungkin," ujar Nevin.

"Akan selalu ada klub yang membayarnya dengan sangat baik. Tetapi, jika ada klub lain yang menawarkan dua kali lipat lebih besar dan dia justru jarang bermain, saya lebih memilih bertahan di tim yang memberi kesempatan tampil."

Nevin kemudian kembali menyoroti persoalan finansial yang dinilainya menjadi penghalang utama bagi Rashford.

"Saya tidak tahu apakah Barcelona benar-benar bisa terus membayar semua uang itu. Real Madrid bisa. Klub lain tidak bisa membayar jumlah sebesar itu untuk pemain yang memiliki perjalanan karier yang tidak selalu mulus," imbuhnya.

Pikirkan Warisan Karier

Nevin mengaku selalu menikmati setiap momen ketika masih menjadi pemain profesional. Karena itu, ia berharap Rashford lebih memikirkan kepuasan bermain daripada sekadar menambah saldo rekening.

"Saya sangat menyukai bermain sepak bola. Saya benar-benar menikmatinya. Tidak semua pesepak bola seperti itu," ungkap Nevin.

"Untuk Marcus, dia harus bisa mengabaikan suara para agen, duduk sendirian, lalu bertanya kepada dirinya sendiri: 'bagaimana saya ingin dikenang 20 atau 30 tahun lagi? Apakah saya ingin melihat rekening bank dan merasa senang karena ada satu angka nol tambahan di sana, atau saya ingin memastikan bahwa saya benar-benar menikmati karier saya?'"

"Itulah hal-hal yang menurut saya penting dalam hidup. Saya hanya berharap ada orang yang bijak di sampingnya yang mau mengatakan hal itu," ucapnya.

Saat ditanya klub Liga Inggris mana yang paling cocok untuk Rashford, Nevin mengakui jawabannya tidak mudah.

"Dia tampil cukup baik di Aston Villa. Sebenarnya pilihan yang paling jelas adalah Manchester United. Namun, saya rasa itu tidak akan terjadi," kata Nevin.

 

Sumber: Express

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer