Senne Lammens Ungkap Masalah Manchester United usai Gagal Menang atas Tottenham

Senne Lammens menyoroti kegagalan Manchester United menjaga keunggulan saat ditahan Tottenham 1-1. Ia meminta tim belajar dari hasil tersebut.

Bola.com, Jakarta - Senne Lammens menegaskan Manchester United perlu memperbaiki kemampuan menjaga keunggulan setelah ditahan Tottenham Hotspur 1-1 pada pekan keenam Premier League 2026/2027. Hasil mengecewakan di Old Trafford, Sabtu (10/10/2026) malam WIB, terjadi setelah Setan Merah kebobolan pada masa injury time.

Manchester United sempat unggul melalui gol Bryan Mbeumo ketika pertandingan memasuki 15 menit terakhir. Namun, Dominic Solanke menggagalkan kemenangan tuan rumah setelah mencetak gol penyama kedudukan menjelang peluit akhir.

Hasil tersebut terasa semakin mengecewakan karena Tottenham harus bermain dengan 10 orang sejak babak kedua. Rodrigo Bentancur mendapat kartu merah setelah menyundul Luke Shaw, tetapi Manchester United tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mempertahankan keunggulan.

Lammens menilai timnya seharusnya bisa mengendalikan pertandingan dengan lebih baik setelah unggul. Kiper asal Belgia itu meminta rekan-rekannya mengambil pelajaran dari hasil tersebut agar tidak kembali kehilangan poin pada menit-menit akhir.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Lammens Akui Manchester United Tidak Tampil Maksimal

Lammens mengakui Manchester United menghadapi pertandingan yang tidak mudah sejak awal. Timnya kesulitan menunjukkan permainan terbaik saat menguasai bola pada babak pertama, meski mampu bangkit dan menempatkan diri dalam posisi yang menguntungkan setelah jeda.

Namun, keunggulan yang sudah didapat tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan. Lammens merasa hasil tersebut menyakitkan karena Manchester United sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

"Sepak bola terkadang bisa terasa kejam. Ada banyak pasang surut, terutama dalam pertandingan seperti ini," kata Lammens kepada MUTV.

"Anda harus sedikit bertahan melewati babak pertama. Kami bersatu sebagai tim dan memang tidak memainkan permainan terbaik, terutama saat menguasai bola, tetapi kami berjuang untuk memberi diri sendiri kesempatan membalikkan keadaan pada babak kedua, dan itu berhasil kami lakukan. Kami berhasil menempatkan diri dalam posisi yang kami inginkan," lanjutnya.

MU Dinilai Terlalu Memberi Ruang kepada Tottenham

Tottenham tetap mampu memberikan ancaman meski kehilangan satu pemain. Lammens menilai situasi menghadapi tim dengan 10 pemain tidak selalu mudah karena lawan dapat bermain tanpa beban dan memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia.

Menurutnya, Manchester United seharusnya segera mengunci kemenangan dengan mencetak gol tambahan. Jika tidak mampu melakukannya, Setan Merah setidaknya perlu membatasi peluang Tottenham agar tidak memberi kesempatan bagi tim tamu untuk menyamakan kedudukan.

"Kami sebelumnya sudah sering memenangkan pertandingan melawan tim yang bermain dengan 10 orang. Namun, Anda juga tahu situasinya bisa sulit karena mereka tidak punya banyak hal untuk dipertaruhkan dan mereka menyadari itu," ujar Lammens.

"Anda ingin segera mengakhiri pertandingan dengan mencetak gol tambahan atau setidaknya tidak memberi mereka kesempatan. Saya pikir itulah kesalahan kami, karena kami memberi mereka terlalu banyak ruang untuk menciptakan peluang. Kemudian, satu umpan harus tepat untuk mereka, satu pantulan bola harus menguntungkan mereka, dan mereka bisa mencetak gol seperti itu. Jadi, ya, ini perasaan yang sangat pahit," tambahnya.

Lammens Minta MU Belajar dari Kesalahan

Kegagalan mempertahankan keunggulan atas Tottenham mengingatkan Manchester United pada situasi serupa ketika menghadapi Everton pada awal musim ini. Lammens mengakui ada momen-momen tertentu ketika timnya kehilangan kendali dan membiarkan hasil pertandingan berubah pada fase akhir.

Ia tidak ingin tim hanya menganggap hasil imbang tersebut sebagai kejadian yang tidak menguntungkan. Menurut Lammens, Manchester United harus mengakui kekurangan sendiri dan menemukan cara untuk menyelesaikan pertandingan lebih cepat.

"Anda merasa pertandingan seperti itu terlepas begitu saja dari genggaman, dan ada satu atau dua situasi ketika Anda benar-benar tidak bisa mengendalikannya," kata Lammens.

"Namun, mudah untuk mengatakan hal seperti itu dan berbicara seolah-olah ini bukan kesalahan kami dan semuanya terjadi begitu saja. Menurut saya, jawaban paling sederhana adalah kami harus bisa lebih cepat menuntaskan pertandingan dan tidak menempatkan diri dalam situasi yang memberi mereka kesempatan," lanjutnya.

Persaingan Sengit di Liga Inggris

Video Populer

Foto Populer