Iran Sangat Sulit Dipercaya, Italia Kembali Dikaitkan dengan Piala Dunia 2026

Sekutu Donald Trump mengklaim Italia masih mungkin menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 hanya 35 hari sebelum turnamen.

Bola.com, Jakarta - Keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 kembali memunculkan wacana baru. Paolo Zampolli kembali bersuara, ia mendorong gagasan agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026.

Paolo Zampolli merupakan utusan khusus Amerika Serikat untuk Kemitraan Global yang juga dikenal sebagai sekutu dekat Trump.

Kendati Piala Dunia 2026 tinggal sekitar satu bulan lagi, posisi Iran masih menjadi bahan perdebatan di tengah konflik yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Sampai saat ini, FIFA tetap berpegang pada rencana awal. Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya memastikan Iran tetap dijadwalkan tampil di Piala Dunia 2026/

Iran saat ini masih tercatat berada di Grup bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh pertandingan grup mereka dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Penolakan FIFA

Presiden AS, Donald Trump, juga tidak menunjukkan penolakan terhadap kehadiran Iran.

Trump bahkan sempat mengatakan dirinya tidak masalah Iran tampil selama Infantino menyatakan hal tersebut memungkinkan.

Pada awal Mei lalu, Infantino menegaskan posisi FIFA.

"Iran akan bermain di Amerika Serikat," kata Infantino.

Iran sebelumnya sempat mengajukan permintaan agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko. Namun, FIFA menolak permohonan tersebut.

Meski delegasi Iran sempat tidak diizinkan menghadiri Kongres FIFA di Vancouver pekan lalu, perwakilan negara tersebut dijadwalkan tetap bertemu pejabat FIFA di Swiss akhir bulan ini menjelang turnamen.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) , Mehdi Taj, juga meminta agar Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC dihormati jika Iran benar-benar tampil di Piala Dunia.

Hidupkan Wacana

Di tengah situasi tersebut, Paolo Zampolli kembali menghidupkan wacana Italia sebagai pengganti Iran apabila Iran mundur atau gagal tampil.

Pada April lalu, pria kelahiran Milan itu mengaku sudah menyampaikan usulan tersebut kepada Trump dan Infantino.

"Saya mengonfirmasi bahwa saya telah mengusulkan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia," kata Zampolli.

"Saya lahir di Italia dan akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar juara dunia, Italia punya sejarah yang layak untuk menjadi peserta," imbuhnya.

Namun, sumber FIFA menegaskan badan sepak bola dunia itu tidak memiliki rencana mengganti Iran.

Pertahankan Pendapat

Meski begitu, Zampolli kembali mempertahankan pendapatnya dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport.

"Dengan dukungan Trump, saya menghubungi Infantino karena regulasi FIFA masih bermasalah terkait penggantian tim yang tidak hadir," ujar Zampolli.

"Jika Iran tidak ikut Piala Dunia, Italia yang sudah empat kali juara dunia dan menjadi tim dengan peringkat tertinggi di antara negara yang gagal lolos akan memenuhi syarat yang tepat."

Zampolli juga menyinggung kekhawatiran mengenai situasi politik Iran.

"Masalah utamanya adalah memahami apa yang sebenarnya dipikirkan pihak Iran karena mereka sangat sulit dipercaya," katanya.

"Mereka sekarang mengatakan tim akan datang, tetapi bagaimana dengan orang-orang yang ikut bersama mereka? Itu bukan sesuatu yang terlalu diterima di Amerika Serikat mengingat situasi yang sedang terjadi. 'Permainannya' masih terbuka," ujar Zampolli.

Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni mendatang dengan laga pembuka antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan.

 

Sumber: Sportbible

Video Populer

Foto Populer