Sukses


Arti Reintegrasi Sosial beserta Tujuan dan Contohnya

Bola.com, Jakarta - Reintegrasi sosial adalah upaya yang dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan sosial yang terjadi setelah adanya disintegrasi sosial.

Reintegrasi sosial juga bisa diartikan sebagai proses pembentukan kembali norma-norma serta nilai-nilai yang baru.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring, reintegrasi adalah penyatuan kembali; pengukuhan kembali.

Reintegrasi bertujuan untuk mengembalikan keadaan yang diinginkan dalam masyarakat, sesuai tujuan persatuan dan keutuhan masyarakat setelah terjadi disintegrasi.

Agar makin paham, berikut penjelasan lebih lanjut tentang reintegrasi sosial, dilansir dari laman Deepublishstore, Jumat (22/9/2023).

2 dari 4 halaman

Tujuan Reintegrasi Sosial

1. Mengembalikan Keadaan

Reintegrasi dibutuhkan setelah terjadinya disintegrasi sosial di masyarakat. Maka itu, reintegrasi dibutuhkan untuk mengembalikan keadaan seperti semula atau seperti sebelum terjadinya konflik.

2. Memperbaiki Penyebab Utama Konflik

Disintegrasi sosial disebabkan adanya berbagai konflik pada masyarakat dan membutuhkan proses reintegrasi untuk mengembalikannya ke keadaan semula.

Proses reintegrasi ini dapat membantu untuk memperbaiki penyebab utama konflik melalui berbagai cara. Misalnya dengan melakukan musyawarah dan membuat kesepakatan antara pihak-pihak yang mengalami disintegrasi sosial.

3. Mewujudkan Integrasi Sosial

Tujuan reintegrasi ialah untuk mewujudkan integrasi sosial. Integrasi sosial merupakan proses penyesuaian berbagai unsur yang berbeda dalam kehidupan bermasyarakat sehingga akan menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian dalam fungsi.

Proses reintegrasi yang dilakukan nantinya dapat membantu mewujudkan integrasi sosial sehingga kehidupan bermasyarakat dapat berjalan normal sesuai tujuan yang ingin dicapai.

4. Membangun Kepercayaan

Proses reintegrasi sosial juga dilakukan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pihak yang membantu tercapainya tujuan tersebut, misalnya dari pihak pemerintah.

Reintegrasi yang berhasil dilakukan akan membantu membuat kehidupan bermasyarakat kembali normal tanpa adanya konflik. Maka, jika suatu pihak bisa membantu proses reintegrasi ini, akan dapat membangun kepercayaan masyarakat yang sebelumnya mengalami disintegrasi sosial.

5. Memperbaiki Situasi Keamanan

Satu di antara penyebab terjadinya disintegrasi sosial adalah adanya konflik antarsuku, agama, maupun kepercayaan dalam masyarakat. Konflik ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak aman pada masyarakat di suatu sistem sosial.

Proses integrasi sosial bertujuan untuk memperbaiki situasi keamanan di masyarakat, pasca terjadinya konflik yang menyebabkan disintegrasi sosial.

Integrasi sosial yang terjadi di masyarakat yang mengalami konflik akan membantu menyelesaikan konflik dan membuat masyarakat merasa aman.

3 dari 4 halaman

Upaya Mencapai Reintegrasi

1. Menjauhi Konflik

Seperti yang telah disebutkan di atas, disintegrasi terjadi karena adanya konflik yang terjadi di masyarakat. Maka, upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai reintegrasi adalah dengan melakukan berbagai hal yang bisa membuat seseorang menjauhi konflik.

Contoh upaya menjauhi konflik misalnya dengan pindah ke daerah lain, atau tidak bersinggungan dengan kelompok maupun individu penyebab konflik.

2. Menghargai Sesama

Konflik antarsuku maupun antaragama merupakan beberapa hal yang menyebabkan disintegrasi sosial di masyarakat.

Berbagai penyebab konflik ini menunjukkan bahwa satu di antara upaya untuk mencapai reintegrasi adalah dengan menghargai sesama, meski berbeda suku dan agama.

Sikap saling menghargai orang lain yang memiliki perbedaan membuat konflik jadi lebih sedikit atau bahkan menghindarkan masyarakat dari konflik yang terjadi.

Menghargai sesama juga menjadi cara untuk menghargai keberagaman masyarakat yang ada di Indonesia.

3. Melakukan Penguatan Identitas

Penguatan identitas pada setiap kelompok dan individu yang dilakukan secara bersama-sama menjadi satu di antara upaya untuk mencapai reintegrasi.

Penguatan identitas yang dimaksud berupa pengakuan bahwa setiap orang memiliki agama, ras, suku, maupun kepercayaan yang berbeda satu antara yang lainnya.

4. Melakukan Dialog dan Musyawarah

Komunikasi antara pihak yang mengalami konflik dan terlibat disintegrasi sosial menjadi upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai reintegrasi.

Contoh komunikasi yang bisa dilakukan ialah dengan melakukan dialog dan musyawarah bersama. Dialog dan musyawarah yang dilakukan bersama pihak-pihak yang mengalami konflik akan membantu proses reintegrasi.

Dengan melakukan dialog dan musyawarah bersama, pihak-pihak yang terlibat akan menemukan solusi dari konflik penyebab disintegrasi sosial yang terjadi.

5. Menuntaskan Konflik

Menuntaskan konflik yang terjadi menjadi upaya yang juga bisa dilakukan dalam proses reintegrasi sosial. Upaya ini merupakan lanjutan dari upaya melakukan dialog dan musyawarah yang dilakukan sebagai upaya reintegrasi sosial.

Upaya reintegrasi dengan cara menuntaskan konflik akan membuat pihak-pihak yang sebelumnya terlibat menjadi tidak lagi berkonflik lagi.

4 dari 4 halaman

Contoh Reintegrasi Sosial

1. Melakukan Musyawarah

Musyawarah yang dilakukan Kelompok-kelompok yang mengalami konflik merupakan satu di antara contoh reintegrasi sosial untuk menyelesaikan konflik. Melakukan musyawarah dapat membantu untuk menemukan solusi atau jalan tengah dari konflik yang terjadi.

Saat konflik dilakukan, setiap pihak atau kelompok yang berkonflik bisa menyampaikan pendapatnya masing-masing sebagai cara untuk mengutarakan keinginan maupun keluhan yang dirasakannya.

2. Lembaga Masyarakat

Di Indonesia, ada berbagai lembaga masyarakat yang merupakan contoh reintegrasi sosial, seperti lembaga agama, lembaga hukum, lembaga ekonomi, lembaga politik, dan berbagai lembaga masyarakat lainnya.

Fungsi lembaga masyarakat ini ialah untuk membantu masyarakat, pihak, atau kelompok yang berkonflik dalam mengatasi masalah dan konflik dengan baik.

Menyelesaikan konflik penyebab disintegrasi sosial dibantu dengan lembaga masyarakat akan membuat masalah selesai dengan cara yang sesuai hukum dan dapat terselesaikan dengan tepat dan cepat.

3. Tidak Main Hakim Sendiri

Tidak main hakim sendiri dan memberikan hukuman atas apa yang dilakukan seseorang sesuai dengan hukum yang berlaku merupakan contoh dari reintegrasi sosial. Misalnya saat terjadi pencurian atau kejadian yang melanggar aturan dan norma. 

Masyarakat sekitar yang tersulut emosi bisa saja melakukan tindakan main hakim sendiri. Misalnya memberikan hukuman yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku dari perbuatan yang dilakukan.

Dalam hal ini, bantuan lembaga masyarakat, seperti kepolisian merupakan cara yang bisa dilakukan untuk membantu proses reintegrasi sosial yang terjadi di masyarakat. Pihak kepolisian akan membantu memberikan dan memutuskan hukuman yang sesuai untuk pihak yang melanggar hukum.

 

Sumber: Deepublishstore

Yuk, baca artikel edukasi lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Video Populer

Foto Populer