Sukses


Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh dalam Lafal Arab, Lengkap beserta Arti dan Keutamaannya

Bola.com, Jakarta - Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan umat muslim. Pasalnya, puasa Ayyamul Bidh merupakan satu di antara puasa sunah yang jarang ditinggalkan Rasulullah saw.

Puasa Ayyamul Bidh biasanya dikerjakan selama tiga hari pada pertengahan bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah.

Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh terdapat dalam hadis yang diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan Radhiyallahu Anhu. Ia berkata:

"Rasulullah saw. telah memerintahkan untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15’." (HR. Abu Dawud)

Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia tahun 2023 M (1444 H-1445 H) yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, puasa Ayyamul Bidh di bulan November jatuh pada tanggal 27, 28, dan 29.

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dalam tulisan Arab, lengkap beserta arti dan keutamaanya, disadur dari Liputan6, Rabu (29/11/2023).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ayyamil bidh lilaahi ta’ala."

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah ta'ala".

3 dari 3 halaman

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan (fadilah) seperti puasa sepanjang tahun bagi yang dapat melaksanakannya selama tiga hari. Sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dzar r.a. menjadi dalil atasnya.

Disebutkannya, Nabi Muhammad saw. bersabda: "Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: 'Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya'. (QS. Al An’am: 160). Satu hari sama dengan 10 hari." (HR. Ibnu Majah, At Tirmidzi)

At Tirmidzi berkata bahwa hadis ini hasan. Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadis sahih dari jalur riwayat Abu Hurairah r.a. (I’anatut Thalibin Juz II).

Tak hanya itu, pahala orang menjalankan puasa Ayyamul Bidh akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda:

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh yang semisal hingga tujuh kali. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang beruntung ketika akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan dia berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang minum lebih harum di sisi Allah dari pada bau minyak kasturi."  (HR. Muslim)

 

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Camelia, Editor: Sulung Lahitani. Published: 11/8/2022)

Dapatkan artikel Islami berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Sepak Bola Indonesia

Video Populer

Foto Populer