Alexander Zverev Rebut Takhta Petenis Nomor Satu Dunia ATP, Akhiri Dominasi Sinner dan Alcaraz

Alexander Zverev dipastikan naik ke posisi nomor satu dunia ATP setelah mengalahkan Tallon Griekspoor di Wina.

Bola.com, Jakarta - Alexander Zverev dipastikan akan menggantikan Jannik Sinner sebagai petenis putra nomor satu dunia setelah memastikan tempat di perempat final Erste Bank Open di Wina.

Petenis Jerman itu mengamankan posisi puncak setelah mengalahkan Tallon Griekspoor dengan skor 6-4, 7-5, Kamis (29/10/2026). Ia juga dipastikan mengakhiri 2026 sebagai pemain peringkat teratas dunia.

Menurut laporan BBC, Jumat (30/10/2026), Alexander Zverev telah menjadi petenis Jerman kedua yang mencapai puncak peringkat ATP setelah Boris Becker pada 1991.

Pencapaian ini menjadi buah dari penampilannya sepanjang tahun, termasuk dua gelar Grand Slam dan 64 kemenangan dari 80 pertandingan.

"Ini memang penantian yang panjang, tetapi terkadang kita harus menunggu untuk mendapatkan hal-hal terbaik dalam hidup," kata Zverev dikutip via BBC. 

"Saya sangat bahagia, sangat gembira. Saya tidak bisa berkata-kata untuk tahun ini." tambahnya.

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Cedera Sinner dan Alcaraz Buka Jalan bagi Zverev

Pada awal musim, sulit membayangkan ada pemain selain Sinner atau Carlos Alcaraz yang mampu menduduki peringkat teratas.

Namun, kedua petenis tersebut melewatkan sebagian besar musim akibat cedera, sehingga membuka peluang bagi Zverev untuk mengambil alih posisi nomor satu.

Zverev memanfaatkan kesempatan tersebut dengan meraih gelar French Open dan US Open ketika setidaknya salah satu dari dua rival utamanya absen.

Menjelang 2026, Alcaraz memimpin peringkat ATP dengan 12.050 poin, disusul Sinner dengan 11.500 poin. Dominasi keduanya terlihat dari keberhasilan mereka membagi delapan gelar Grand Slam sepanjang 2024 dan 2025.

Sementara itu, Zverev yang berada di posisi ketiga hanya mengoleksi 5.110 poin. Jumlah tersebut bahkan lebih dekat dengan perolehan petenis peringkat ke-2.221 dunia dibandingkan dengan dua pemain teratas.

Zverev Akui Keberuntungan Berperan dalam Keberhasilannya

Dua gelar besar yang diraih Zverev memang tidak mempertemukannya dengan Sinner maupun Alcaraz. Ia juga baru menghadapi pemain 10 besar saat berjumpa Ben Shelton di final US Open.

Memasuki pengujung musim, Zverev mencapai apa yang dianggap banyak orang sebagai hal yang mustahil dengan mengamankan peringkat nomor satu di akhir tahun ketika Alcaraz kalah di Shanghai pada 12 Oktober.

Meski baru bisa menyalip Sinner paling cepat pada 2 November, kemenangan atas Griekspoor sudah cukup mengantarkan Zverev ke puncak peringkat ATP.

Ia menjadi petenis pertama di luar Sinner dan Alcaraz yang menduduki posisi tersebut sejak Novak Djokovic pada Juni 2024.

Zverev mengakui dirinya mungkin tidak akan menjadi pemain terbaik dunia jika kedua rivalnya selalu dalam kondisi sehat dan tampil di puncak performa.

Terlepas dari situasi tersebut, ia mampu memanfaatkan peluang dan melewati berbagai tantangan hingga mencatatkan musim terbaik sepanjang kariernya.

Pencapaian ini sekaligus menjadi jawaban atas ekspektasi besar yang telah mengiringinya sejak dikenal sebagai talenta muda saat masih remaja.

Arthur Fery Akan Menghadapi Zverev

Zverev akan menghadapi petenis nomor satu Inggris, Arthur Fery, di perempat final Wina. Pertandingan ini menjadi ulangan semifinal Wimbledon yang berlangsung Juli lalu.

Fery kembali menunjukkan potensinya dengan mengalahkan Lorenzo Musetti 6-4, 5-7, 6-4. Ia bahkan bangkit setelah tertinggal 4-2 di set penentuan dan mengatasi masalah fisik untuk memastikan kemenangan.

Di laga lain, Cameron Norrie gagal menyingkirkan Daniil Medvedev meski sempat memiliki match point. Medvedev bangkit dan menang 4-6, 6-3, 7-6 (7-1). Sementara itu, Carlos Alcaraz melaju ke perempat final setelah mengalahkan Nikoloz Basilashvili 6-1, 7-6 (13-11).

Novak Djokovic justru tersingkir lebih awal di Swiss Indoors Basel. Ia kalah dari Jan-Lennard Struff dengan skor 7-6 (7-4), 5-7, 6-7 (5-7), sekaligus gagal menambah peluang lolos ke ATP Finals.

Sumber : BBC

 

Video Populer

Foto Populer