Raphinha Minta Maaf atas Gesturnya ke Suporter Atletico usai Barcelona Tersingkir dari Liga Champions, Bersiap Dapat Sanksi UEFA

Raphinha akui khilaf atas gestur ke suporter Atlético Madrid setelah kiprah Barcelona di Liga Champions kandas.

Bola.com, Jakarta - Barcelona harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari perempat final Liga Champions. Di tengah kekecewaan itu, penyerang mereka, Raphinha, menyampaikan permintaan maaf atas gestur yang ia tujukan kepada suporter Atletico Madrid.

Raphinha, yang tidak bermain pada laga Rabu dini hari WIB kemarin karena cedera otot paha belakang, tertangkap kamera membuat gestur ke arah pendukung tuan rumah di Stadion Metropolitano.

Ia juga terlihat memberi isyarat seolah-olah Atletico akan tersingkir di semifinal, bahkan sempat mengucapkan "kalian akan tersingkir".

Selain itu, pemain asal Brasil tersebut juga meluapkan kekesalan terhadap kepemimpinan wasit.

Ia membuat gestur "dirampok" dengan tangannya dan kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Barcelona "dirampok" dalam dua leg pertandingan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Permintaan Maaf

Melalui kolom komentar pada unggahan DAZN yang menampilkan aksinya, Raphinha akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.

"Saya meminta maaf atas gestur saya, yang tidak mencerminkan nilai atau karakter saya," tulis Raphinha.

"Itu adalah tindakan dalam momen penuh ketegangan, sebagai respons terhadap seorang suporter yang tidak menghormati saya," imbuhnya.

Meski begitu, aksinya berpotensi berbuntut sanksi dari UEFA.

Barcelona sebenarnya menang 2-1 pada leg kedua, tetapi hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan kekalahan 0-2 pada pertemuan pertama. Mereka pun gagal melangkah ke semifinal untuk dua musim beruntun.

Respons Pemain Atletico

Kritik Raphinha soal wasit langsung mendapat respons dari kiper Atletico, Juan Musso, yang menilai pernyataan tersebut berlebihan.

"Saya menghormati semua pendapat, tetapi jangan mengatakan ini perampokan, karena tidak seperti itu," ujar Musso.

"Kami menang di lapangan. Kami menang 2-0 di kandang mereka. Ini tim yang sangat kami hormati dan selalu memotivasi kami untuk bermain. Mereka tim besar, tetapi menyebutnya perampokan itu gila," lanjutnya.

Barcelona Komplain

Raphinha tidak langsung meminta maaf atas komentarnya terkait wasit.

"Bagi saya, ini adalah perampokan," katanya kepada wartawan seusai pertandingan.

"Bukan hanya pertandingan ini, tetapi juga yang sebelumnya. Kepemimpinan wasit sangat buruk. Keputusan-keputusan yang mereka ambil tidak masuk akal. Atletico melakukan banyak pelanggaran dan wasit tidak memberikan satu pun kartu kuning," cetus pemain Timnas Brasil itu.

Sejumlah pemain Barcelona lainnya juga ikut mengkritik kepemimpinan wasit dalam dua leg tersebut.

Presiden terpilih klub, Joan Laporta, bahkan menyebut keputusan wasit sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa klub akan mengajukan keluhan resmi kepada UEFA.

 

Sumber: AP News

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer