Bale Tuntut Madrid Memasangnya di Posisi Playmaker

oleh Arie Nugroho diperbarui 05 Agu 2015, 05:42 WIB
Gelandang Real Madrid, Gareth Bale, membuat tanda "love" saat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Almeria dalam laga lanjutan La Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu, Madrid, (13/4/2014). (REUTERS/Susana Vera)

Bola.com, Madrid - Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez, menempatkan Gareth Bale di posisi baru, yakni sebagai playmaker. Bale menyebut posisi baru itu sangat membantunya mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Bale tampil mengesankan di posisi playmaker pada laga melawan Tottenham Hotspur di babak semifinal turnamen pramusim Audi Cup 2015 yang berlangsung di Stadion Allianz Arena, Rabu (5/8/2015) dini hari WIB.

Pemain berkebangsaan Wales itu mencetak gol pada menit ke-79 dan membawa Los Blancos menang dua gol tanpa balas. Berdasarkan statistik ESPN, Bale memiliki dua tembakan ke arah gawang, satu peluang menciptakan peluang, dan 79 persen umpan sukses.

"Ini adalah posisi terbaik saya. Ketika bermain bagi Tottenham, saya merasa playmaker adalah posisi terbaik saya. Sama halnya ketika saya membela timnas Wakes. Saya ingin bermain di posisi itu," ujar Bale dilansir ESPN.

"Saya bisa mengerahkan kemampuan terbaik. Sata bisa bergerak bebas ke kanan dan kiri. Itulah yang saya lakukan di Tottenham. Senang rasanya mendapatkan dukungan dari pelatih dan Presiden Florentino Perez. Semoga saya bisa membalasnya dengan banyak gol," ia menambahkan.

Posisi sebagai playmaker  sebenarnya akrab bagi Bale. Meski memulai kariernya sebagai bek kiri, Bale pernah menjadi pengatur serangan di poros tengah ketika ia masih berada di Tottenham Hotspur di bawah asuhan Andre Villas-Boas.

Perubahan posisi ini bermula ketika Spurs menghadapi Liverpool dalam laga pramusim 2013. Villas-Boas yang mengutak-atik formasinya di pertandingan persahabatan di kota Baltimore, Amerika Serikat, itu justru menemukan peran baru bagi Bale. Padahal kala itu Villas-Boas hanya mencarikan solusi bagi Bale yang sering kali mendapatkan hadangan dari dua pemain ketika ia bermain di sayap.  

Di posisi playmaker Bale kemudian bertransformasi. Dari semula berstatus pemain bagus yang memiliki kecepatan menakutkan, ia kemudian menjadi pemain kelas dunia. Bale menunjukkan bahwa ia tidak sekadar cepat, namun memiliki visi untuk menjadi seorang pengatur serangan.

Namun hal ini berubah ketika Bale memutuskan untuk pindah ke Spanyol. Kehadiran Cristiano Ronaldo yang juga fasih memainkan peran sebagai penyerang tengah membuat Bale kembali ke perannya sebagai penyerang kiri. Carlo Ancelotti juga lebih senang mengatur serangan dari dalam yaitu melalui Xabi Alonso atau lewat kaki Luka Modric.

Sumber:ESPN

Advertisement

Baca Juga:

Debut Casillas Bersama Porto Berujung Manis

Keylor Navas Warisi Nomor Punggung Iker Casillas

Mourinho Usil, Sindir Kapan Arsenal Jadi Juara Inggris