Pelatih Kiper Arema Akui Pernah Dirayu Bos Surabaya United

oleh Gatot Susetyo diperbarui 30 Jan 2016, 07:45 WIB
Alan Haviludin mengakui pernah diajak CEO Surabaya United, Gede Widiade, bergabung ke klubnya saat masih melatih di Arema. (Bola.com/Kevin Setiawan)

Bola.com, Malang - Kabar mengejutkan menghantam Arema Cronus ketika tiba-tiba pelatih kiper Alan Haviludin menyatakan mundur dengan alasan ingin mencari suasana baru di klub yang lokasinya dekat dengan domisili keluarganya di Bojonegoro. Rumor pun bermunculan.

Beberapa klub dekat Bojonegoro seperti Persela Lamongan, Gresik United, Surabaya United, dan terakhir Madura United FC (MUFC) dikaitkan dengan Alan Haviludin.

Dari keempat klub tersebut, tampaknya Surabaya United dan Madura United paling berpeluang sebagai pelabuhan berikut bagi mantan pelatih kiper Persipura tersebut. Apalagi dua tim tersebut tak memiliki pelatih kiper.

Surabaya United kehilangan Erick Ibrahim, yang memilih mengikuti jejak Tony Ho ke Pusamania Borneo FC. Sementara MUFC sebagai metamorfosis PBR yang masih dalam tahap seleksi, belum memiliki jajaran tim pelatih lengkap, termasuk posisi pelatih penjaga gawang.

Pada awal November 2015, seusai uji coba Martapura FC vs Arema Cronus di Martapura, Alan Haviludin sempat mengungkapkan bila dirinya pernah dirayu bos Surabaya United, Gede Widiade, agar bergabung dengan tim proyeksi ISL 2015 yang terhenti.

"Mengingat saya masih terikat kontrak dengan Arema, saya minta Pak Gede berkomunikasi dengan CEO Arema, Iwan Budianto. Tapi, permintaan Pak Gede ditolak karena Arema masih membutuhkan saya. Selain itu, saya tak enak hati karena di Surabaya United ada sahabat saya, Erick Ibrahim," ungkap Alan saat itu.

Advertisement

Alan akhirnya melupakan rayuan Gede Widiade. Apalagi, Alan juga mendengar bila manajemen Surabaya United telah menyiapkan kiper utama saat itu, Jendri Pitoy, sebagai pelatih kiper berikutnya. "Jadi saya pikir tak mungkin bergabung di Surabaya United untuk dua atau tiga tahun ke depan," imbuh mantan pelatih kiper timnas itu.

Namun, saat ini ada kekosongan posisi pelatih kiper di Surabaya United. Erick Ibrahim sudah hengkang, sementara Jendri Pitoy juga telah diputus kontrak saat babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman di Sleman. Mungkinkah Alan Haviludin merapat ke Surabaya United?

Kemungkinan itu cukup terbuka terlebih Alan pernah mengungkapkan keinginannya memiliki karier yang terus berkembang.

"Sebagai profesional, karier saya harus meningkat. Saya mengawali karier di Persibo Bojonegoro, lalu Persela, kemudian Persipura. Sekarang saya di Arema. Jika suatu saat saya keluar dari Arema, saya harus pindah ke klub yang prestasinya setara atau lebih bagus lagi," ucapnya.