Surabaya United Ungkap 2 Penyebab Kekalahan dari Semen Padang

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 03 Mar 2016, 19:55 WIB
Asisten pelatih Surabaya United, Putut Wijanarko, membeberkan analisis sementara penyebab kekalahan timnya dari Semen Padang. (Bola.com/Rudi Riana)

Bola.com, Balikpapan - Peluang Surabaya United untuk lolos ke semifinal Piala Gubernur Kaltim 2016 menipis. Hal ini menyusul kekalahan 0-1 dari Semen Padang di laga kedua Grup C, Kamis (3/2/2016), di Stadion Persiba, Balikpapan.

Peluang lolos cukup berat karena di laga terakhir Surabaya United bertemu tuan rumah Persiba Balikpapan, sementara Semen Padang di atas kertas lebih unggul atas tim PON Kaltim.

Asisten pelatih Surabaya United, Putut Widjanarko, menyebutkan setidaknya ada dua hal penyebab kekalahan timnya. Pertama, karena bermain kurang tenang saat menguasai bola. Akibatnya, Otavio Dutra dkk. terlalu sering salah umpan dan bermain tak sesuai dengan pola yang diinginkan pelatih.

Di pertandingan ini, Surabaya United memang bermain tak seperti biasanya. Para pemain Surabaya United lebih sering melakukan umpan-umpan panjang yang tidak akurat sehingga mudah kehilangan bola.

Advertisement

"Umpan-umpan pendek sering salah, umpan panjang lebih parah. Banyak pemain yang tidak dalam performa terbaik di pertandingan ini," ujar Putut.

Tim pelatih tidak tahu apa penyebab sejumlah pemainnya tidak tampil maksimal di laga ini. Sebab, skuat Surabaya United dianggap tidak memiliki kendala secara fisik maupun mental. Selama persiapan, semua pemain juga dalam kondisi bagus.

Lebih buruk dari itu, Putut menyebut timnya belum menemukan karakter permainan yang tepat. Hal ini akibat skuatnya tak pernah lengkap selama persiapan. Semisal, tidak bisa diperkuat Hargianto dan M. Fatchu Rochman yang harus menjalani persiapan Piala Bhayangkara dengan PS Polri.

Namun dari hasil analisis Putut, penyebab utama kegagalan ini juga disebabkan kurangnya motivasi pemain untuk memenangkan pertandingan. Hal itu bisa dilihat dari kurangnya tekanan yang dilakukan pemain Surabaya United ketika bola dikuasai pemain lawan.

Bagi Putut, itu tanda-tanda paling mudah untuk mengetahui motivasi pemainnya. "Seharusnya tidak bisa begitu. Ini pertandingan yang sangat menentukan bagi langkah tim ke babak selanjutnya. Semestinya mereka tampil habis-habisan di laga ini, karena di pertandingan terakhir kami bertemu Persiba," jelas Putut.

Surabaya United dipastikan akan mengevaluasi kekalahan ini agar bisa tampil lebih baik di pertandingan terakhir kontra Persiba Balikpapan, Minggu (6/3/2016).