Banur Sentil Keras Kebiasaan Protes Milomir Seslija

oleh Iwan Setiawan diperbarui 23 Mar 2016, 18:25 WIB
Milomir Seslija terlibat adu mulut dengan Bambang Nurdiansyah di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, saat Arema berhadapan dengan PS Polri, Rabu (23/3/2016). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Gianyar - Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija, kembali terlibat insiden. Setelah adu mulut dengan mantan pemainnya yang dipinjamkan ke Bali United, Kiko Insa, kini pelatih asal Bosnia itu berselisih dengan tim pelatih PS Polri, Bambang Nurdiansyah, ketika kedua tim bertemu di penyisihan Grup B Torabika Bhayangkara Cup 2016, Rabu (23/3/2016). 

Bermula dari keputusan wasit yang menilai pemain Arema, Raphael Maitimo, melakukan pelanggaran kepada Robertino Pugliara pada babak pertama. Milo memprotes keputusan itu. Tetapi di bangku cadangan PS Polri, Bambang Nurdiansyah membenarkan keputusan wasit. 

Adu mulut sempat terjadi. Milo diserang para asisten pelatih PS Polri. Pelatih kiper Hermansyah sempat memberikan tanda dengan tangannya kalau Milo terlalu banyak bicara.

Advertisement

Meski setelah pertandingan kedua pelatih sudah berbaikan, Banur mengungkapkan kekesalannya kepada pelatih asal Bosnia itu di pengujung sesi konferensi pers.

"Dia (Milo) dan pelatih Persib (Dejan Antonic) saya perhatikan banyak protes. Sepertinya pemain dan wasit kita ini tidak ada benarnya. Ini bangsa kita, dia yang cari makan di Indonesia, malah membodohkan kita," tegas Banur.

Itulah mengapa Banur berharap para pelatih asing bisa bersikap lebih santun lagi di Indonesia sehingga bisa jadi teladan bagi pelatih lainnya. Sebab, tujuan pentas sepak bola Tanah Air membuka keran bagi pemain dan pelatih asing adalah untuk meningkatkan kualitas, bukan justru memberikan contoh jelek.

Di Arema Cronus, Milo dikenal sebagai pelatih cerdik namun keras. Tidak jarang dia memberikan instruksi kepada pemain saat latihan dengan nada tinggi. Hanya di balik itu, dia sosok pelatih yang sangat perhatian kepada pemain. Di luar lapangan dia kerap berdiskusi dengan pemain untuk memperbaiki kesalahan yang biasa terjadi saat latihan atau pertandingan.