7 Laga Tanpa Kemenangan, Persija Mengulang Rekor Buruk ISL 2013

oleh Gerry Anugrah Putra diperbarui 01 Agu 2016, 17:00 WIB
Selepas diputuskan kalah 0-3 dari Sriwijaya FC mental pemain Persija terpuruk. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Persija Jakarta merupakan nama besar di sepak bola Indonesia. Namun, saat ini klub berjulukan Macan Kemayoran itu sedang mengalami masa sulit saat kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo, dengan tanpa kemenangan selama tujuh pertandingan.

Terpuruknya Persija dimulai ketika pertandingan melawan Sriwijaya FC pada pekan 8 TSC 2016. Saat itu terjadi kerusuhan antara penonton dengan pihak keamanan yang membuat pertandingan dihentikan. Tak hanya dihentikan, Persija pun mendapat kekalahan dengan skor 0-3 hasil dari rapat Komisi Disiplin PT GTS.

Advertisement

Kekalahan atas SFC disertai kerusuhan yang cukup meluas membuat mental pemain Persija seperti jatuh. Tujuh pertandingan selanjutnya diwarnai tanpa kemenangan, dan bahkan Persija hanya meraih satu kali hasil seri 0-0 melawan Persib Bandung.

Pencapaian tersebut menjadi bak deja vu musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013. Saat itu Persija yang dilatih oleh Iwan Setiawan mengalami lima kekalahan beruntun yang berujung pada pergantian pelatih.

Persija saat itu bermasalah dengan finansial yang berujung pada mogoknya beberapa pemain senior seperti Bambang Pamungkas, Andritany Ardhiyasa dan Leo Saputra. Skuat Persija pun terkesan minimalis dengan mengandalkan pemain muda tanpa bintang-bintang berpengalaman.

Sempat mengawali musim dengan hasil imbang 1-1 melawan Persisam Pusam, Macan Kemayoran langsung menderita kekalahan 1-2 dari Mitra Kukar di kandang sediri. Rentetan hasil buruk pun terus dicapai pasukan Ibu Kota, termasuk kalah 0-3 dari Persib Bandung di Si Jalak Harupat.

Total Persija mengalami lima kali kekalahan, dimana terdapat rekor tiga kekalahan beruntun yang menyebabkan pengunduran diri Iwan Setiawan pada 18 Maret 2013. Persija menyudahi paruh pertama kompetisi dengan berada di posisi juru kunci.

Pada putaran kedua, Persija mulai ngebut dengan mendatangkan tujuh pemain baru. Mulai dari Andritany, Emmanuel Kenmogne, Rohit Chand, dan M. Ilham. Pelatih berpengalaman Benny Dollo menyelamatkan Persija dari jeratan degradasi.

2 dari 2 halaman

Paulo Camargo Bakal Dipecat?

Paulo Camargo, posisinya mulai tidak aman sebagai pelatih Persija. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Kini, situasinya pun hampir sama. Persija era 2013 dan saat ini sama-sama banyak diperkuat pemain muda. Namun, hingga saat ini manajemen Persija belum terlihat akan mengganti pelatih Paulo Camargo, meski Ketua Umum Persija, Ferry Paulus terus memantau kinerja Camargo.

“Evalusi kepada Camargo terus kami lakukan, bahkan setiap hari. Semua lini juga masuk ke dalam evaluasi,” ujar Ferry Paulus beberapa waktu yang lalu.

Cederanya para pemain inti juga disinyalir menjadi penyebab terpuruknya prestasi Persija di TSC ini. Pelatih Paulo Camargo seolah tak punya pilihan pemain di setiap pekan pertandingan.

Untuk memutus rangkaian rekor buruk di TSC 2016, Persija berniat mendatangkan pemain asing baru. Ketiga pemain yang akan datang mengikuti seleksi semuanya datang dari Brasil dan rata-rata sudah pernah dilihat oleh pelatih Camargo.

Tentu saja hal tersebut menjadi tindakan penyelamatan prestasi Persija di TSC. Bila tak segera dibenahi, mungkin saja prestasi di TSC menjadi yang terburuk setelah musim 2012/2013.