Viking Ajak Bobotoh Persib Realistis soal Seruan Save Belencoso

oleh Erwin Snaz diperbarui 02 Agu 2016, 12:15 WIB
Tagar save Belencoso membuktiknya adanya perbedaan pendapat bobotoh terpecah terkait status Juan Belencoso saat ini di Persib. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Bandung - Dua pentolan Viking Persib Club, Agus Rachmat dan Yana Umar menilai wajar timbulnya pro dan kontra di kalangan bobotoh terhadap keputusan manajemen dan pelatih Persib Bandung yang mengistirahatkan striker asal Spanyol, Juan Carlos Belencoso.

Menurut Gusdul, panggilan karib Agus Rachmat, adanya hastag "#savebelencoso" membuktikan adanya bobotoh yang suka dengan gaya permainan Belencoso meski dalam 13 kali pertandingan di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo masih paceklik gol.

"Saya pikir wajar manajemen dan pelatih mengistirahatkan Belencoso karena hampir setengah musim TSC dia belum cetak gol. Tentu pelatih memiliki pemikiran sendiri sehingga keluar keputusan mengistirahatkan dia (Belencoso)," ujar Gusdul kepada Bola.com, di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Selasa (2/8/2016).

Diakui Gusdul, sebagian bobotoh juga ramai membicarakan tidak ada suplai kepada Belencoso selama dimainkan. "Kalau striker bagus, bisa menunjukkan kualitasnya, tidak perlu menunggu suplai bola bagus. Tunjukan saja skill dia agar pelatih terkesan. Apalagi dia striker termahal di Persib," jelas Gusdul.

Advertisement

Meski demikian, Gusdul tidak mempermasalahkan ramainya dunia maya setelah adanya #savebelencoso. "Kalau manajemen dan pelatih sudah memutuskan seperti itu mau apa lagi, toh manajemen yang memberi gaji dan fasilitas untuk Belencoso, jadi manajemen pun punya hak untuk mengistirahatkan," tegasnya.

Itulah mengapa, lanjut Gusdul, sebagai bobotoh harus mengerti dengan keputusan pelatih dan manajemen. Kalaupun dipertahankan tapi tidak berkualitas, akan sia-sia dan bisa membuat tim menjadi tidak kondusif.

"Justru Belencoso harus bisa menunjukan kepada bobotoh, manajemen, dan tim pelatih bahwa dia memang striker yang berkualitas. Herannya lagi ada yang bilang Belencoso dikucilkan. Kalau dikucilkan, dia bisa mengeluhkan hal ini ke manajemen, AFC, bahkan ke FIFA. Malah manajemen tetap memenuhi kewajiban," jelas Gusdul.

Sementara Dirijen Viking, Yana Umar, menilai keputusan pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengistirahatkan Belencoso karena kualitas penyerang 34 tahun itu belum teruji.

Sebagai striker asing yang memiliki kualitas jempolan, seharusnya Belencoso mampu membuat peluang sendiri ketika di depan gawang lawan, tidak harus selalu mengandalkan suplai bola atau dimanjakan umpan matang. "Masak striker hebat tidak bisa cetak satu gol pun," ucap Yana.

Yana berharap bobotoh Persib lebih realistis dalam menilai pemain karena pelatih pasti lebih tahu kebutuhan timnya, apalagi setiap hari memimpin melihat dalam sesi latihan.

"Kami dukung saja apa yang diinginkan pelatih karena pelatih yang lebih tahu kebutuhan timnya. Kalau mau save itu, Firman Utina, Supardi, M Ridwan, atau Achmad Jufriyanto yang jelas-jelas pernah bawa Persib juara," kata Yana.