Persib, Persija, dan PS TNI Harus Cari Solusi Lisensi Pelatih

oleh Gerry Anugrah Putra diperbarui 07 Agu 2016, 05:40 WIB
Dirut PT Gelora Trisula Semesta, Joko Driyono, memberi keterangan pers usai memimpin rapat manajer di Hotel Park Lane, Jakarta, Senin (11/4/2016). Pertemuan ini membahas rencana Indonesia Soccer Championship. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Depok - Persija Jakarta dan Persib Bandung terancam tak bisa menggunakan jasa pelatih yang saat ini menangani tim, untuk putaran kedua Torabika Soccer
Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo. 

Operator TSC, PT Gelora Trisula Semesta meminta semua klub mematuhi syarat lisensi pelatih seperti pada kompetisi ISL, yakni A AFC (atau A federasi lain). Saat ini pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman baru mengantongi lisensi B AFC.

Advertisement

Begitu pula dengan JanSaragih. Dia seharusnya mengambil kursus lisensi A AFC di Brunei Darussalam pada tahun lalu. Tapi karena PSSI sedang dalam sanksi FIFA, Jan pun gagal memiliki lisensi A AFC.

“Nantinya klub harus tetap mengganti pelatih atau memperbarui lisensi setelah putaran pertama TSC berakhir pada 28 Agustus. Mereka harus berkomitmen dengan regulasi yang ada, yakni memenuhi standar A AFC,” ujar CEO PT GTS, Joko Driyono saat ditemui di POR Pelita Jaya, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Sabtu (6/8/2016).

Sejak awal TSC, PT GTS menempatkan regulasi A AFC untuk pelatih yang menangani klub peserta. Pada awal kompetisi, Persib dan Persija tidak ada masalah. Persib ditangani Dejan Antonic dan Persija dilatih Paulo Camargo.

Namun, pada tengah putaran pertama, Dejan mengundurkan diri dan manajemen Persib menunjuk Djanur. Sementara, untuk Persija masih ditangani Jan Saragih sebagai caretaker. GTS berharap regulasi lisensi kepelatihan bisa dijalankan dengan baik oleh semua klub.

Dengan dasar tersebut, Persib dan Persija atau klub lain yang pelatihnya belum berlisensi A AFC segera mencari solusi. Macan Kemayoran sudah mengambil langkah dengan membidik pelatih asal Eropa Timur. Sementara, manajemen Persib masih belum bergerak. 

Selain Persib dan Persija, pelatih PS TNI, Suharto AD juga belum berlisensi A AFC. Suharto kembali menangani PS TNI setelah Eduard Tjong mundur. 

Perseru Serui juga sebenarnya bermasalah dengan lisensi pelatih saat masih ditangani Agus Sutiono. Namun, manajemen Perseru mencari cara lain, yakni dengan menempatkan Hanafi yang berlisensi A AFC sebagai pendamping. Persib pernah melakukan hal serupa saat mereka tampil di Piala AFC 2015 dengan menempatkan Emral Abus sebagai pendamping Djanur.