Permulus Comeback ke PSSI, Persebaya Lobi Pemegang Hak Suara

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 05 Sep 2016, 09:30 WIB
Kelompok suporter Bonek Mania dikenal paling getol memperjuangkan hak keanggotaan PSSI milik Persebaya yang dibekukan. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Surabaya - Menjelang kongres tahunan PSSI yang agendanya memilih presiden dan anggota komite eksekutif baru pada 17 Oktober 2016, kubu Persebaya Surabaya memilih tak banyak mengumbar aksinya. Mereka bahkan terkesan pasif dan tak mau mengundang perhatian banyak pihak.

Corporate Secretary PT Persebaya Indonesia, Ram Surahman, menyatakan saat ini mereka terus menjalin komunikasi dengan para pemegang hak suara. Hanya saja berbeda dengan sebelumnya yang terkesan gaduh, kali ini tampaknya mereka lebih banyak melancarkan aksinya di bawah permukaan ketimbang bersuara lantang.

Advertisement

“Komunikasi kami sekarang justru semakin intensif, tapi memang beda dengan sebelumnya. Kami cenderung melihat, mendengar, dan baru bergerak jika momennya tepat,” sebut Ram kepada Bola.com pada Minggu (4/9/2016).

Soal dengan siapa saja mereka berkomunikasi, Ram tidak bersedia menyebutkan. Pasalnya, dalam situasi seperti saat ini semua bisa menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Karena itu, pihak Persebaya tidak mau gegabah dalam menentukan langkah yang sedang dan akan mereka tempuh.   

Terlepas dari semua itu, masih seperti rencana semula, seluruh komponen yang terlibat dan mengupayakan pengembalian hak Persebaya telah mempersiapkan diri untuk hadir di arena kongres tahunan yang rencananya digelar di Makassar itu.

Mereka juga menyimpan rapat-rapat strateginya. Maklum, jika langkah mereka terbaca oleh pihak-pihak yang tak menginginkan, bisa jadi arena kongres yang diharapkan bisa menjadi forum untuk mengembalikan status keanggotaan mereka di PSSI menemui kegagalan.

Di sisi lain, Persebaya mencoba menunjukkan eksistensinya melalui ajang Piala Menpora U-16 di Jakarta.

“Kami ingin mereka melihat kesungguhan kami dalam melakukan pembinaan kendati klub induknya belum kembali mengorbit di pentas sepak bola nasional. Yang jelas, apa yang kami lakukan ini tidak lebih dari upaya kami menjaga marwah sepak bola Surabaya, khususnya Persebaya,” tutur Kardi Suwito, Direktur Pengembangan dan Bisnis PT Persebaya Indonesia.

Seperti yang pernah mereka ungkapkan sebelumnya, para pemain muda yang kini mereka bina adalah upaya mereka untuk menyiapkan bibit muda untuk menyuplai tim senior mereka jika sewaktu-waktu bisa berkompetisi lagi.  

“Tapi para pemain yang kami siapkan saat ini untuk jangka panjang, atau untuk setahun atau dua tahun ke depan,” terangnya.

Untuk tim senior mereka bila musim depan mereka berkompetisi, manajemen berencana mengombinasikan bibit muda hasil seleksi internalTim Bajul Ijo mereka dengan pemain baru dari luar, termasuk pemain asing.