Persebaya Buka Pintu Lebar-lebar buat Eks Gelandang Persib

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 31 Des 2016, 13:30 WIB
Persebaya akan menyambut dengan gembira bila M. Taufiq bersedia kembali ke Surabaya selepas dilepas Persib. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Surabaya - Meski status Persebaya hingga kini masih kabur, tim berjulukan Bajul Ijo itu tidak mau kalah dengan klub-klub peserta kompetisi musim depan. Klub yang bermarkas di Wisma Eri Irianto, Suraabaya itu, juga berburu pemain kenamaan Tanah Air.

Salah satu pemain yang disebut-sebut ingin mereka datangkan adalah mantan gelandang Persib Bandung, Muhammad Taufiq. Kebetulan, pemain asal Tarakan itu saat ini berstatus bebas setelah pelatih Persib, Djajang Nurdjaman, memasukkan namanya dalam daftar pemain yang dilepas Persib.

Taufiq bagi Persebaya tidak asing. Pasalnya, sebelum berlabuh ke tim Maung Bandung, Taufiq pernah membela Persebaya selama enam musim, 2005-2006, 2008-2013. Ia juga pernah menjadi salah satu ikon Persebaya bersama Andik Vermansah.

Advertisement

Kepergian Taufiq ke Persib lebih disebabkan Persebaya tidak mendapatkan pengakuan dari PSSI era Johar Arifin Husin sehingga mereka tidak bisa berkompetisi. Hal ini terjadi lantaran Persebaya yang saat itu menggunakan embel-embel 1927 di belakang namanya, memilih berkiprah di Indonesia Premier League (IPL).

PSSI lebih mengakui Persebaya yang bermain di Divisi Utama, yang kini berganti nama menjadi Bhayangkara FC. "Saya yakin hati Taufiq masih besar terhadap Persebaya. Apalagi dia pemain asli binaan Persebaya. Pintu Persebaya terbuka lebar buat Taufiq," kata Chusnul Faried, PO pembentukan tim Persebaya.

Sebelum promosi ke Persebaya senior, Taufiq merupakan pemain hasil binaan klub internal Persebaya, Fatahillah 234. Wajar bila manajemen Persebaya sangat berharap Taufiq bisa memenuhi panggilan klub yang telah membesarkan namanya itu.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Taufiq pernah berujar ia akan dengan senang hati kembali ke Persebaya jika mantan klubnya itu eksis lagi di pentas sepak bola Indonesia.

 

Berita Terkait