Matikan 3 Pemain MU Jadi Kunci Keberhasilan Borneo FC

oleh Aning JatiRonald Seger Prabowo diperbarui 26 Feb 2017, 05:15 WIB
Pelatih Pusamania Borneo FC, Ricky Nelson, mengungkapkan taktik jitunya untuk meredam Madura United yang mengandalkan kecepatan. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Solo - Pusamania Borneo FC tidak mempersoalkan kemenangan yang diperoleh lewat adu penalti saat berhadapan dengan Madura United pada perempat final Piala Presiden 2017 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (25/2/2017). 

Pertandingan itu diakhiri dengan adu penalti setelah skor 0-0 tercipta hingga laga usai. Adu penalti pun dilakukan untuk menentukan pemenang dan Borneo FC memenangi adu penalti itu dengan skor 5-4. Berkat kemenangan itu, Pusamania Borneo FC menantang Persib Bandung di semifinal. Sebaliknya, kiprah Madura United harus terhenti.

"Menang dengan adu penalti membuktikan kami mampu mengatasi tekanan. Kami bersyukur bisa lolos ke semifinal. Kami sudah siap sekalipun laga ini harus diakhiri dengan adu penalti," kata Ricky Nelson, pelatih Pusamania Borneo FC.

Ricky Nelson lantas mengungkapkan rahasia timnya bisa membuat Madura United tidak berkutik. "Kami berhasil mematikan pergerakan tiga pemain lawan, yakni Greg Nwokolo, Slamet Nurcahyo, dan Bayu Gatra. Sebelum pertandingan kami susun antisipasi karena tahu Madura United punya kecepatan, terutama dari tiga pemain itu. Akan jadi petaka buat kami bila memaksa bermain terlalu keluar," jelas Ricky.

Advertisement

Hanya, ada konsekuensi yang harus diambil ketika memutuskan fokus untuk mematikan Greg, Slamet, dan Bayu. "Kami jadi sulit melakukan serangan. Jadi, pekerjaan rumah kami jelang laga semifinal adalah dalam hal serangan," imbuh sang pelatih. 

Ricky, yang juga direktur tim junior Pusamania Borneo FC, menegaskan optimismenya bila di sisa waktu yang ada sebelum menjamu Persib pada leg pertama semifinal, Kamis (2/3/2017), kondisi lini depan timnya membaik mengingat ia sudah bisa memainkan striker asingnya.

"Semoga di pertandingan melawan Persib kami sudah lebih baik karena Patrich Wanggai punya rekan duet di lini depan," ujar Ricky.

Kiper Pusamania Borneo FC, Wawan Hendrawan, juga bersyukur karena bisa berkontribusi membawa timnya melaju ke semifinal. Kiper kawakan itu mampu menepis penalti Fachrudin Wahyudi Aryanto, yang jadi penendang terakhir Madura United. Berkat kegemilangan itu, Pusamania Borneo FC menang adu penalti dengan skor 5-4.

"Saya mencoba membaca arah bola dan semua itu juga hasil latihan. Semua ini juga berkat kuasa Tuhan. Kami bersyukur mampu melangkah sejauh ini karena kami bukan tim yang diunggulkan," tutur Wawan.