FIBA Terkejut dengan Progres Renovasi Istora Senayan

oleh Andhika Putra diperbarui 18 Okt 2017, 16:06 WIB
Anggota FIBA, Erick Thohir (2kiri) mendampingi perwakilan FIBA melihat venue Istora Senayan, Jakarta, (18/10/2017). Kunjungan ini untuk melihat kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Bendahara FIBA, Ingo Weiss, melakukan kunjungan ke Istora Senayan dalam rangka meninjau kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Basket 2023, Rabu (18/10/2017). Weiss menyebut Istora Senayan sudah cukup layak untuk menghelat event selevel kejuaraan dunia.

Advertisement

Weiss sudah pernah berkunjung ke Istora Senayan pada pertengahan Juli 2017. Pria asal Jerman tersebut mengapresiasi keseriusan Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Basket 2023.

"Terakhir saya ke sini, semuanya terlihat masih berantakan. Namun, kali ini saya terkejut dengan perkembangannya," ujar Weiss kepada wartawan, Rabu (18/10/2017).

"Ini seperti para pekerja tak berhenti selama 24 jam, bahkan saya rasa mereka bekerja selama 48 jam tanpa berhenti," sambungnya.

Indonesia tengah dalam proses negoisasi dengan FIBA untuk menjadi tuan rumah bersama Kejuaraan Dunia Basket 2023. Indonesia menggandeng Filipina dan Jepang untuk memuluskan langkah Asia menghelat event empat tahunan tersebut.

FIBA baru akan mengumumkan kepastian negara mana yang berhak menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Basket 2023 pada Desember 2017. Saat ini Indonsia masih bersaing ketat dengan Argentia yang juga berambisi menjadi tuan rumah.