Muhammad Arfan Terbantu Tugas Dadakan Ilija Spasojevic di Timnas Indonesia U-23

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 20 Feb 2018, 19:15 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Muhammad Arfan, berebut bola dengan Egy Maulana saat latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2018). Pemusatan latihan ini dilakukan jelang Asian Games 2018. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Timnas Indonesia U-23, Muhammad Arfan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Ilija Spasojevic dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta 18-25 Februari 2018.

Arfan mengaku masih terkendala soal komunikasi dengan pelatih. Namun, ia mengaku beruntung karena ada sosok Ilija Spasojevic yang juga dipanggil oleh Luis Milla sebagai satu dari empat pemain senior yang mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23.

Arfan menyebut Spasojevic bisa membantunya memahami instruksi Luis Milla yang menggunakan bahasa Spanyol dalam keseharian aktivitas melatih. Biasanya instruksi dari Luis Milla akan diterjemahkan oleh asistennya, Eduardo Perez, menjadi bahasa Inggris dan diteruskan oleh Bima Sakti dengan bahasa Indonesia.

Advertisement

Namun, saat ini Bima Sakti tengah mengikuti kursus lisensi kepelatihan A AFC di Sawangan. Absennya Bima Sakti membuat ada tali yang putus dalam masalah instruksi kepada pemain.

"Saya masih kesulitan untuk berkomunikasi dengan pelatih karena saya kurang mengerti bahasa yang digunakan. Jadi, lebih karena faktor bahasa kesulitan yang saya alami," ujar Arfan.

"Untung ada Spasojevic yang menjadi penerjemah saat pelatih memberikan instruksi. Ia menjadi penerjemah dadakan di lapangan, dan itu membantu saya. Saya jadi paham," lanjut gelandang PSM Makassar itu.

Bima Sakti meninggalkan Timnas Indonesia U-23 dan U-19 sejak Senin (19/2/2018). Asisten pelatih Luis Milla yang kini dipercaya menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19 itu mengikuti kursus kepelatihan A AFC yang diadakan di Sawangan selama dua pekan, mulai 19 Februari hingga 5 Maret 2018.

Berita Terkait