Milomir Seslija Puji Pemain Pelapis Arema Bisa Menembus Level Asia

oleh Iwan Setiawan diperbarui 20 Mar 2019, 14:15 WIB
Pemain sayap Arema, Rivaldi Bawuo, ketika pemanasan jelang melawan Persita di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada babak 32 besar Piala Indonesia 2018 (26/1/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Pelatih Arema, Milomir Seslija, memberikan komentar menarik untuk pemain cadangannya, Rivaldi Bawuo. Pemain sayap asal Gorontalo itu dinilai bisa menembus level Asia. Skill Rivaldi dinilai di atas rata-rata sebagai pemain sayap.

Namun, saat ini mantan top scorer Liga 2 kala memperkuat Kalteng Putra pada musim 2017 itu belum jadi pemain inti karena satu hal, yakni kemampuan bertahan ketika Arema ditekan lawan.

Advertisement

"Rivaldi bisa jadi pemain bagus di level Asia. Saat menyerang, dia bagus. Kekurangannya, terkadang dia lupa bertahan," kata Milo.

Sekarang Rivaldi terus dapat masukan di setiap latihan dan pertandingan. Pelatih asal Bosnia itu sampai mencontohkan dua pemain sayap klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), yakni Neymar dan Kylian Mbappe.

Kedua pemain top dunia itu punya posisi bermain yang sama dengan Rivaldi. Namun, saat kehilangan bola, mereka tetap mau turun untuk membantu pertahanan.

"Neymar dan Mbappe bisa membawa timnya menang karena bisa menjalankan tugas pertahanan juga. Kalau lupa bertahan, tentu timnya akan kalah," imbuh Milo.

Bertahan yang dimaksud disini tentu tidak sampai turun jauh ke belakang. Sebagai pemain sayap, biasanya mereka diinstruksikan menahan bola agar tidak sampai menerobos daerah bek sayap.

 

2 dari 2 halaman

Percaya Potensi

Jika Rivaldi bisa melakukan itu, tentu dia bisa mendapatkan posisi pemain inti. Saat ini, sektor sayap kiri yang sering mengalami rotasi, setelah terkadang Dedik Setiawan, Nasir, Ridwan Tawainella hingga Ricky Kayame ditempatkan di sana.

Milo tetap memberikan perhatian khusus untuk Rivaldi. Meski sempat tampil buruk di Piala Indonesia, sang pelatih tetap percaya pada potensi pemain yang jadi fans berat Neymar tersebut.

"Beberapa tahun lalu, kami punya Esteban Vizcarra di posisi sayap. Dia bersama Dendi Santoso bisa maju dan mundur dengan baik sehingga permainan di sektor sayap lebih efektif. Sekarang kami juga membutuhkan permainan seperti itu," jelasnya.

Beragam masukan dari sang pelatih pun membuat semangat Rivaldi tetap terjaga. Meski masih sering jadi pengganti, dia tak lantas frustrasi, seperti yang diperlihatkannya di fase penyisihan Piala Presiden. Kendati belum mencetak gol, Milo memasukkannya untuk membuat tim Arema lebih menekan.