Timnas Indonesia Kalah Telak dari Thailand, Simon McMenemy Minta Suporter Realistis

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 11 Sep 2019, 04:30 WIB
Gelandang Timnas Indonesia, Manahati Lestusen, menggiring bola saat melawan Thailand pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Selasa (10/9). Indonesia takluk 0-3 dari Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, menyebut kekalahan 0-3 dari Thailand adalah hasil yang realistis untuk timnya. Simon juga meminta agar suporter dengan bijak menerima kekalahan tersebut.

Timnas Indonesia kembali dipermalukan pada laga penyisihan Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/9/2019).

Advertisement

Pada laga tersebut, Pasukan Merah-Putih menyerah melalui tiga gol Thailand yang dicetak Supachok Sarachat (55', 73') dan gol penalti Theerathon Bunmathan (65').

Kekalahan tersebut makin menyulut kekecewaan suporter Timnas Indonesia. Bahkan, setelah laga berakhir, teriakan 'Simon Out' menggema dari seluruh penjuru SUGBK.

Menurut Simon, suporter Timnas Indonesia tak realistis menyikapi hasil pertandingan. Pelatih asal Skotlandia itu mengakui adanya perbedaan level permainan dari Thailand yang dihuni dua pemain dari klub Jepang, Theerathon Bunmathan (Yokohama F. Marinos) dan Chanathip Songkrasin (Hokkaido Consadole Sapporo).

"Thailand datang dengan pemain terbaik dan dua di antaranya juga pemain bagus yang bermain di Liga Jepang. Tim mereka juga (dihuni pemain) bagus. Saya sering menonton pertandingan mereka," kata Simon McMenemy setelah pertandingan.

Pemain Thailand merayakan gol yang dicetak oleh Supachok Sarachat ke gawang Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Selasa (10/9). Indonesia takluk 0-3 dari Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Apalagi, Timnas Indonesia baru kalah dari Malaysia pada laga pembuka dan hanya punya waktu empat hari untuk mempersiapkan diri melawan tim hebat sekelas Thailand. Hal itulah yang membuat suporter Timnas Indonesia seharusnya tak berharap banyak pada laga ini.

"Kami sebelumnya kalah dari Malaysia, tapi bermain bagus. Setelah itu, kami punya waktu empat hari untuk memulihkan kondisi jelang melawan Thailand. Saya juga harus membangkitkan motivasi pemain. Setelah kalah dari Malaysia, suporter tentu punya ekspektasi (Timnas Indonesia) harus menang melawan Thailand. Ekspektasi seharusnya sesuai dengan realita yang ada," lanjut Simon.

Pernyataan yang dilontarkan Simon McMenemy memang cukup mengejutkan. Apalagi selama ini Timnas Indonesia punya catatan bagus ketika menjamu Thailand pada laga kandang.

Dalam dua pertandingan kandang melawan Thailand pada 10 tahun terakhir, Timnas Indonesia tak terkalahkan. Timnas Indonesia menang 2-1 di Piala AFF 2010 dan juga menang dengan skor yang sama di Piala AFF 2016.

2 dari 2 halaman

Dasar Klasemen

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, tampak lesu usai ditaklukkan Malaysia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kekalahan dari Thailand semakin membuat Timnas Indonesia terpuruk di dasar klasemen sementara babak penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Tim Merah-Putih mengemas nol poin dari dua laga yang sudah dimainkan.

Sementara emenangan ini membuat Thailand menjadi pemuncak klasemen sementara dengan jumlah 4 angka. Pada laga selanjutnya, Timnas Indonesia akan menantang Uni Emirat Arab pada laga tandang yang berlangsung 10 Oktober 2019.