Kecewa Kongres Dimajukan, La Nyalla Mundur dari Bursa Calon Ketua Umum PSSI

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 26 Okt 2019, 15:10 WIB
Ketua DPD La Nyalla Mattalitti (tengah) bersalaman dengan Ketua PP Forum Staf Ahli Kepala Daerah (Forskada) se-Indonesia Tegoeh Winarno di Gedung Nusantara III, Jakarta, Rabu (9/10/2019). Forskada meminta Ketua DPD agar lebih memperhatikan staf ahli di berbagai daerah. (Liputan6.com/JohanTallo)

Bola.com, Jakarta - Calon Ketua Umum (caketum) PSSI, La Nyalla Mattalitti, mundur dari Kongres Pemilihan PSSI yang akan digelar pada 2 November 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tersebut menilai pelaksanaan kongres bermasalah.

Dari rilis yang diterima wartawan pada Sabtu (26/10/2019), La Nyalla menganggap Kongres Pemilihan PSSI seharusnya berlangsung pada 25 Januari 2020 berpatokan kepada hasil keputusan FIFA dan AFC, yang mengunjungi Indonesia pada 10-11 April lalu.

Advertisement

La Nyalla menilai FIFA menginginkan kepengurusan PSSI periode 2016-2020 untuk menuntaskan program kerja hingga Desember 2019, termasuk kompetisi yang memengaruhi voters.

"Tapi, tiba-tiba Komite Eksekutif (Exco) PSSI memajukan jadwal kongres menjadi 2 November 2019 tanpa alasan yang mendesak. Akibatnya, jadwal kerja Komite Pemilihan (KP) yang sudah ditetapkan selama enam bulan sejak terbentuk pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Juli lalu, menjadi empat bulan," kata La Nyalla di sela-sela Musyawarah Besar Pemuda Pancasila di Jakarta, Sabtu (26/10/2019), dalam rilis yang diterima wartawan.

"Yang lebih penting, delegasi atau voters diambil dari hasil kompetisi 2018. Bukan klub yang sekarang berkeringat menyelesaikan kompetisi. Ini tidak adil," ujar La Nyalla.

 

2 dari 2 halaman

La Nyalla Belum Bisa Dikonfirmasi

La Nyalla Mattalitti (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

La Nyalla menilai keputusan PSSI memajukan kongres sebagai masalah serius. Mantan Ketua Umum PSSI pada 2015-2016 ini melihat waktu penyelenggaraan kongres ibaratnya sepak mula dalam suatu pertandingan dan menganggapnya sebagai perubahan ekstrim.

"Bagi saya, hal ini ibarat PSSI menampar FIFA. Sebab, pengajuan jadwal Kongres itu direspons FIFA melalui surat pada 7 Agustus 2019, yang isinya menyarankan agar PSSI tetap menggelar kongres pada Januari 2020. Itulah mengapa saya tidak mau terlibat lagi pada kongres 2 November 2019. Silakan saja jalan sendiri," tutur La Nyalla.

"Jadi, saya sudah putuskan untuk menarik diri dari kongres 2 November mendatang. Saya tidak mau ikut dalam suatu kegiatan yang menurut saya akan mengecewakan anggota," imbuhnya.

Setelah mendapatkan rilis ini, Bola.com mencoba mengonfirmasi ke yang bersangkutan. Namun, hingga berita ini diunggah, belum mendapatkan balasan.

Dengan mundurnya La Nyalla, calon ketua umm PSSI kini menjadi 10 orang. Satu di antaranya ialah Mochamad Iriawan, calon yang paling diunggulkan setelah La Nyalla memilih menarik diri.

Berita Terkait