Kiat Menjaga Kesehatan ala Widodo C Putro di Tengah Pandemi COVID-19

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 08 Apr 2020, 18:15 WIB
Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, saat melawan PSM Makassar pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Jumat, (6/3/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Tangerang - Pelatih Persita Tangerang, Widodo C Putro, angkat bicara soal kiat yang diterapkannya untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Mantan pelatih Bali United ini menyebut langkah utamanya adalah melakukan physical distancing, untuk meminimalisasi risiko paparan virus corona.

Kiat utama Widodo C Putro adalah menuruti anjuran pemerintah, yaitu tetap berada di rumah. "Yang pertama, saya tetap di rumah," kata Widodo, pada Bola.net, Selasa (07/04).

Advertisement

Selama berada di rumah, ada sejumlah hal yang dilakukan Widodo untuk menjaga kondisinya. Menurut legenda sepak bola Indonesia ini, ia memanfaatkan waktu di rumah dengan tetap beraktivitas.

"Mungkin berolahraga secukupnya serta istirahat yang cukup pula," ujar mantan striker Timnas Indonesia itu.

"Selain itu, saya juga memakan makanan yang menunjang kesehatan," imbuh Widodo C Putro.

 

 

Video

2 dari 2 halaman

Kiat Lain Widodo

Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, saat melawan PSM Makassar pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Jumat, (6/3/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lebih lanjut, Widodo C Putro menyebut ada kiat lain yang dilakukannya untuk menjaga kondisi di tengah pandemi corona ini. Menurutnya, ia memiliki asupan khusus untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

"Saya mengonsumsi minuman herbal," tutur Widodo.

"Biasanya saya mengonsumsi jahe, serai, kunyit, dan gula merah," tandas pelatih asal Cilacap ini.

Bahan-bahan minuman Widodo ini memang terkesan tradisional. Namun, menurut penelitian ilmiah, bahan-bahan ini mengandung antioksidan dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Saat ini, pandemi Corona menjadi musuh terbesar yang harus dihadapi semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Sampai berita ini ditulis, sudah ada 2.738 kasus yang ditemukan di Indonesia, 2.313 orang menjalani perawatan, 221 orang meninggal dunia, dan 204 orang sudah pulih.

Saat ini, sejumlah langkah dilakukan untuk mengurangi laju persebaran virus yang menyerang saluran pernapasan ini. Selain melakukan physical distancing, belakangan pemerintah mengampanyekan penggunaan masker bagi semua orang, terutama jika beraktivitas di luar rumah.

Sumber: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Dendy Gandakusumah/Ari Prayoga, published 8/4/2020)

Berita Terkait