Nur'alim Ceritakan Momen Ketika Persija Juara Tahun 2001

oleh Hendry Wibowo diperbarui 11 Mei 2020, 13:15 WIB
Persija saat juara Liga Indonesia 2001. (Bola.com/Dok. Persija)

Bola.com, Jakarta - Sebelum menjadi juara tahun 2018, Persija Jakarta harus menunggu cukup lama untuk merasakan titel terbaik. Karena kali terakhir tim ibu kota ini juara adalah pada musim 2001.

Skuat Persija tahun 2001 sering disebut sebagai The Dream Team. Maklum banyak pemain berstatus pemain tim nasional Indonesia berada di tim saat itu.

Advertisement

Salah satunya Nur'alim. Jabrik-begitu sapaan akrabnya menceritakan cikal bakal kekuatan Persija sebelum juara tahun 2001.

"Jadi awalnya tahun 1996 saat Mastrans Bandung Raya bubar. Kemudian Gubernur DKI Jakarta saat itu, Bang Yos (Sutiyoso) sedang gencar-gencarnya membangun kejayaan Persija," kata Nur'alim saat diwawancara chanel Youtube, Persija Jakarta.

"Total saat itu ada sebelas pemain yang diboyong Persija dari Bandung Raya. Nama-namanya juga berstatus pemain timnas. Selain saya ada Widodo (Cahyono Putro), Rochy (Putiray) sampai Budiman (Yunus)," tambahnya.

Hanya saja menurut Nur'alim cukup lama buat The Dream Team kala itu meraih kejayaan. Apalagi Indonesia sempat dihantam krisis moneter akhir tahun 1990-an.

"Sejak tahun 1997, sebelum krisis moneter sebenarnya kami sudah digadang bakal juara. Jadi memang tinggal menunggu waktu," Nur'alim menuturkan.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Kekalahan di Semifinal 1999 Jadi Pelecut

Persija saat menjuarai Liga Indonesia 2001. (Bola.com/Rep. Buku Gue Persija)

Lebih lanjut Nur'alim menceritakan kekalahan dari PSIS Semarang dengan skor 0-1 pada semifinal Liga Indonesia 1999 jadi titik balik semangat tim Persija kala itu.

"Sejak kekalahan di semifinal itu, puncaknya kami bertekad untuk pasang target juara," ucap Nur'alim.

Dua tahun berikutnya, Nur'alim dan kawan-kawan pun membawa Persija jadi juara. Di partai final Liga Indonesia 2001, Persija mengalahkan PSM Makassar dengan skor 3-2.

Bambang Pamungkas mencetak dua gol dan disusul satu gol Imran Nahumarury. "Saat itu pertandingan mempertemukan dua tim yang sama-sama diperkuat banyak pemain timnas," Nur'alim mengungkapkan.

"Di PSM, ada Kurniawan Dwi Yulianto, Miro Baldo Bento, Bima Sakti. Kami jadi semakin termotivasi untuk menang," tambahnya.