Kapten PSS Bijak Menyikapi Pemotongan Gaji 50 Persen Saat Liga 1 2020 Berlanjut

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 11 Jul 2020, 13:00 WIB
5. Kepemimpinan dan kualitas Bagus Nirwanto berhasil mengantar PSS Sleman menduduki peringkat ke-5 Liga 1 2019 sampai dengan pekan ke-16. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Sleman - Kebijakan merevisi aturan pembayaran gaji ketika Liga 1 2020 bergulir, di mana PSSI menetapkan klub bisa membayar pemain dan pelatih maksimal 50 persen dari nilai awal, mendapatkan banyak respons. Begitupun dari kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto, yang merespons dengan bijaksana.

PSSI memutuskan untuk kembali menggulirkan kompetisi Liga 1 2020 pada Oktober mendatang. Keputusan itu direspons positif terutama oleh para pemain, karena sepak bola adalah jalan untuk mencari nafkah kehidupan.

Advertisement

Namun, para pelaku sepak bola Indonesia harus siap menerima kebijakan baru, tentang hak yang bisa diperolehnya berupa gaji. PSSI berencana menerapkan kebijakan klub bisa membayarkan 50 persen gaji pemain ketika Liga 1 2020 kembali bergulir.

Bek sayap kanan sekaligus kapten tim PSS Sleman, Bagus Nirwanto, memiliki komentar yang cukup bijaksana. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan oleh pandemi virus Corona sangat dirasakan oleh berbagai pihak, termasuk oleh klub yang mempekerjakan para pemain.

"Wabah yang sedang terjadi ini membuat keuangan serta pemasukan tim tidak sama seperti ketika kondisi normal. Jadi saya pribadi setuju pemotongan gaji," ungkap kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto, Jumat (10/7/2020).

Video

2 dari 2 halaman

Bersyukur

Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto (kanan) dan rekan-rekannya dalam sesi latihan di lapangan Bercak, Sleman, Senin (10/6/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Nilai gaji yang diterima ketika kompetisi berglir kembali lebih besar ketimbang ketika kompetisi terhenti, di mana PSSI memperbolehkan klub merevisi kontrak kerja sama dengan membayar maksimal 25 persen dari nilai kontrak awal.

Keputusan gaji sebesar 50 persen tak lepas dari situasi pertandingan Liga 1 2020 akan berlanjut tanpa penonton, sehingga klub tidak bisa mendapatkan pemasukan seperti saat kondisi normal.

Kapten PSS Sleman itu menambahkan PSSI mempunyai pertimbangan matang sebelum memutuskan kebijakan tersebut. Pemotongan gaji yang masih rasional dianggapnya sebagai solusi yang saling menguntungkan.

"Wajib disyukuri saat kompetisi bisa dilanjutkan kembali. Saya kira semua pemain termasuk saya sudah menantikan kabar baik tersebut," jelas pemain asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu

Berita Terkait