Cerita Jay Idzes: Pernah Perkuat Timnas Futsal Belanda U-17, Ditawari Bermain di Indonesia, dan Tim Impian

oleh Abdi Satria diperbarui 02 Agu 2020, 07:30 WIB
Logo klub Belanda, Go Ahead Eagles. (Google)

Bola.com, Makassar - Setelah dikontrak Go Ahead Eagles, klub kasta kedua Liga Belanda, dengan durasi tiga musim, Jay Idzes kini merenda asa berkarier ke jenjang yang lebih tinggi. Ia pun mematok target bermain di Eredivisie Belanda paling lambat dua musim ke depan.

"Tentu lebih baik dengan membawa GA Eagles promosi ke Liga 1. Bila terjadi, bisa menjadi nilai lebih buat karier saya," ujar Jay Idzes pada channel youtube Yussa Nugraha.

Advertisement

Menurut Jay, untuk menggapai impiannya itu, ia akan berjuang keras dalam latihan untuk bersaing mendapatkan menit bermain di GA Eagles.

"Tentu tidak mudah. Tapi, saya punya kepercayaan diri yang kuat untuk bersaing," tegas Jay yang musim lalu bermain sebagai starter reguler di FC Eindhoven, klub divisi dua Belanda lainnya.

Sebagai gelandang bertahan, Jay memiliki penguasaan bola yang baik. Ia pun dinilai piawai membaca permainan dan arah bola saat memotong serangan lawan.

Kelebihan ini didapatkan Jay lewat proses yang panjang sejak menimba ilmu dasar sepak bola di Akademi PSV Eindhoven. Termasuk saat memperkuat tim nasional Futsal Belanda kategori U-17.

"Saya sudah pernah bermain di level Eropa dan kualifikasi olimpiade. Tapi, saya putuskan untuk kembali fokus ke sepak bola," kata Jay Idzes.

Video

2 dari 3 halaman

Tawaran Bermain di Indonesia

Meski tengah fokus berkarier di Eropa, Jay Idzes tak menampik kabar pernah ditawari seorang agen untuk bermain di Liga Indonesia.

"Hanya sebatas pembicaraan awal, tidak serius. Saya ditawari kemungkinan bermain di Persija Jakarta atau Persita Tangerang. Tapi, sekali lagi ini bukan pembicaraan yang serius," kata gelandang kelahiran 2 Juni 2000 ini.

Jay mengaku tak memiliki banyak informasi soal kompetisi di Indonesia. "Saya pernah dengar nama Bali United karena ada pemain Belanda di sana. Saya juga mendapat sedikit informasi dari Kevin van Kippersluis (eks Persib Bandung) yang kini juga berkostum di GA Eagles," terang Jay.

Itulah mengapa Jay mengungkapkan dirinya belum berpikir bermain di Indonesia termasuk kemungkinan mendapat tawaran membela skuat Merah Putih.

"Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi nanti. Tapi, saat ini saya fokus dulu berkarier di Eropa," kata Jay yang menyimpan impian bermain di Liverpool ini.

3 dari 3 halaman

Tim Impian

Ronaldo saat membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2002. (Bola.com/Dok. FIFA)

Sebagai pemain, Jay Idzes tentu memiliki pemain panutan yang bisa menunjang dan meningkatkan kemampuan sepak bolanya. Jay Idzes mengungkapkan banyak mempelajari rekaman pertandingan dan aksi sejumlah pemain idolanya. Itulah mengapa, ia dengan lancar menyebut 11 nama pemain terbaik pilihannya.

Memakai pola 4-3-3, Jay menunjuk Iker Casillas sebagai kiper utama di bawah mistar. Empat pemain di lini belakang tim impiannya adalah Dani Alves (bek kanan), Sergio Ramos, Carles Puyol (stoper) dan Marcello (bek kiri).

Sedang di lini tengah, trio lini tengah Barcelona Xavi Hernandez, Andres Iniesta dan Sergio Busquets. "Bagi saya trio lini tengah ini adalah kunci sukses Barcelona dan Timnas Spanyol meraih berbagai trofi juara," tegas Jay.

Sementara di lini depan, Jay menunjuk Ronaldo sebagai tombak utama. Menurut Jay, Ronaldo yang membawa Brasil juara di Piala Dunia 2002 adalah striker yang komplet. "Peran Ronaldo akan semakin optimal bila didampingi Ronaldinho dan Lionel Messi dari dua sisi sayap."

Pada kesempatan itu, Jay berbagi tips dan kiat buat pemain muda di Indonesia.

"Kalau kita sudah menjadikan sepak bola sebagai bagian dari hidup, maka kita harus memperjuangkannya dengan berlatih keras dan fokus untuk meningkatkan kemampuan dari hari ke hari," pungkasnya.

Berita Terkait