Thailand Siapkan Sistem Gelembung di Turnamen Bulutangkis Seri Asia, Begini Respons PBSI

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 30 Sep 2020, 20:55 WIB
Aksi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada semifinal All England 2020, Sabtu (14/3/2020). (PBSI)

Bola.com, Jakarta - Federasi Bulutangkis Asia (BWF) bekerja sama dengan Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) didukung pemerintah Thailand sedang mempersiapkan Turnamen Seri Asia dengan bubble system atau sistem gelembung dan protokol kesehatan untuk mengantisipasi Covid-19. 

Turnamen seri Asia di Bangkok, Thailand, pada 12-31 Januari 2021 akan menjadi turnamen pertama bagi tim Indonesia setelah absen panjang akibat pandemi Covid-19.

Advertisement

Sejumlah prosedur telah dibuat demi kesehatan dan keselamatan para atlet dan ofisial yang berpartisipasi di turnamen Asia Open I, Asia Open II, dan BWF World Tour Finals tersebut.

Penyelenggara telah membuat bubble system atau sistem gelembung yang artinya peserta hanya berada dalam satu lingkungan tertentu bersama dengan orang-orang yang sama dalam periode waktu 14 hari karantina. Sistem seperti ini sudah dipakai, satu di antaranya oleh penyelenggara NBA. 

Selama masa karantina tersebut pemain masih bisa mengikuti sesi latihan yang telah disediakan oleh penyelenggara. Seluruh atlet dan ofisial yang hadir diwajibkan untuk mengikuti test Covid-19 sebelum bertolak dari negara masing-masing dan beberapa test lagi selama di Bangkok.

"Kesehatan peserta adalah prioritas utama kami. Kami telah berkonsultasi dengan berbagai otoritas di Thailand mengenai bagaimana prosedur antisipasi Covid-19 yang efektif, akhirnya kami memutuskan untuk menetapkan bubble system selama periode turnamen seri Asia," kata Khunying Patama Leeswadtrakul, Presiden BAT, dalam konferensi pers virtual yang digelar BWF.

Leeswadtrakul menuturkan ia dan tim penyelenggara tengah membuat blue print pelaksanaan turnamen. Ia berharap agar seluruh pihak bekerja sama untuk mewujudkan bergulirnya kembali turnamen bulutangkis. Pemain dan ofisial diminta untuk mematuhi aturan dan protokol kesehatan yang diberlakukan sesuai dengan ketentuan pemerintah Thailand.

"Sekali lagi, saya mengimbau bahwa kita harus saling bahu-membahu untuk membuat bulutangkis bisa berjalan kembali dan mendapat dampak seminimal mungkin dari pandemi ini," tuturnya.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Tanggapan PBSI

Kabid. Binpres PBSI, Susy Susanti. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

BAT yakin dengan adanya kerja sama berbagai pihak serta dukungan dari pemerintah Thailand, BWF, turnamen seri Asia dapat berjalan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta. BAT telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Olahraga dan Pariwisata, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menyambut baik gagasan bubble systems di turnamen seri Asia yang dinilainya lebih komprehensif dalam melindungi kesehatan dan keselamatan peserta.

"Protokol kesehatannya lebih baik, aturan-aturan bubble systems yang diterapkan sepertinya bisa memberi jaminan. Kami lebih yakin di Thailand, masih memungkinkan untuk main, kami tentunya juga minta arahan dan masukan dari pimpinan serta pemerintah mengenai hal ini," ujar Susy, seperti dalam rilis yang diterima Bola.com

Dengan mundurnya pelaksanaan turnamen seri Asia dari bulan November 2020 ke Januari 2021, maka hal ini akan membawa dampak pada pengaturan kalender kejuaraan pada 2021. Indonesia punya satu turnamen tahunan di Januari yaitu Indonesia Masters.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan bahwa dengan adanya turnamen seri Asia di Thailand pada Januari 2021, kemungkinan besar Indonesia Masters tidak akan bisa dilaksanakan. BWF kini menggunakan pola penyelenggaraan banyak turnamen di satu negara untuk menghindari perpindahan tim dari satu negara ke negara lain yang dianggap tidak efektif dan tidak aman di masa pandemi Covid-19. 

Berita Terkait