Cerita Gendut Doni Christiawan, Berkah Tambah Nama dan Kebanggaan Jadi Top Scorer Piala Tiger 2000

oleh Abdi Satria diperbarui 02 Okt 2020, 06:30 WIB
Gendut Doni Christiawan. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Jakarta Aksi Gendut Doni Christiawan sebagai striker oportunis pernah mewarnai pentas Liga Indonesia dan skuat Timnas Indonesia di level internasional. Bersama Worrawoot Srimaka (Thailand), Gendut menjadi pencetak gol terbanyak Piala Tiger 2000 dengan lima gol.

Sayang, prestasi individualnya itu tak dibarengi dengan raihan Timnas Indonesia yang kala itu hanya menjadi runner-up setelah takluk di tangan tuan rumah Thailand dengan skor 1-4 pada laga final di Stadion Rajamangala, Bangkok, 18 November 2000.

Advertisement

Dalam channel youtube Benteng Mania, Gendut Doni Christiawan menjadikan aksinya di Piala Tiger 2000 sebagai momen terbaik dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola yang mendapat kesempatan memperkuat tim nasional. Itulah mengapa, Gendut mengaku tak bisa melupakan jasa Ivan Kolev, pelatih timnas Indonesia yang memilihnya menjadi starter di lini depan.

"Saya berterima kasih kepada coach Ivan Kolev. Meski masih berstatus junior, ia percaya dengan kemampuan saya," kenang Gendut.

Apalagi di ajang itu, Kolev memainkan Gendut bersama Kurniawan Dwi Yulianto, striker idola sekaligus panutannya. Kolaborasi Kurniawan-Gendut jadi kunci kemenangan Indonesia atas Vietnam pada semifinal Stadion Rajamangala, 16 November.

Gendut Doni Christiawan melakukan selebrasi usai membobol gawang Vietnam di semifinal Piala AFF 2000. (AFP/Pornchai Kittiwongsakul)

Pada laga itu, kedua tim melanjutkan pertandingan sampai babak tambahan waktu dengan sistem sudden death setelah bermain 1-1 pada waktu normal. Pada momen itulah, Gendut menunjukkan kapasitasnya sebagai striker yang jeli memanfaatkan peluang.

Pada menit ke-120, Kurniawan melakukan penetrasi di kotak penalti Vietnam sebelum melepaskan umpan datar ke Gendut yang tak terjaga.

Gendut Doni Christiawan yang menerima bola sempat melakukan melakukan gerakan tipuan sebelum mengarahkan bola ke sudut kanan gawang Vietnam dengan kaki kirinya. "Saya tak bisa melupakan momen itu. Sayang, Indonesia gagal meraih trofi juara," tutur Gendut.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Asal Nama Gendut

Gendut Doni Christiawan. (Bola.com/Arief Bagus)

Bagi Gendut, pencapaian terbaiknya itu tak didapatkan dengan mudah. Malah, ketika masih kanak-kanak, ia sering sakit. Itulah mengapa, oleh kakeknya, nama Gendut ditambahkan pada nama aslinya, Doni Christiawan.

"Saya pun lebih dikenal dengan panggilan Gendut dan tak lagi sakit-sakitan," ungkap eks striker Persija Jakarta dan Persikota Tangerang ini.

Bakat dan talenta sebagai striker mulai dikenal ketika ia memperkuat timnas pelajar Indonesia U-18 meraih trofi juara Piala Asia 1996 sekaligus menjadi pemain terbaik. Setelah itu, namanya masuk dalam skuat timnas Pra Olimpiade 2000 dan kemudian berlanjut di Piala Tiger 2000.

Di level klub, Gendut tercatat pernah berkostum sejumlah klub di Tanah Air. Di antaranya PSIS Semarang, Persijatim, Persija Jakarta, Persikota Tangerang, Persebaya Surabaya, Arema Malang, Persib Bandung, Persitara Jakarta Utara, Pelita Jaya Bandung, Persiba Balikpapan dan Persijap Jepara. Pencapaian terbaiknya di level klub adalah membawa Persebaya meraih trofi juara Liga Indonesia 2004