Analisis Fabio Capello dari Duel Juventus Vs Barcelona: Rapor Buruk Si Nyonya Tua

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 30 Okt 2020, 10:45 WIB
Bek Barcelona, Ronald Federico Araujo, berebut bola dengan penyerang Juventus, Alvaro Morata, pada laga lanjutan Liga Champions 2020/2021 di Allianz Stadium, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB. Barcelona menang 2-0 atas Juventus. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta - Pelatih veteran Italia, Fabio Capello memberikan analisis pertandingan Juventus versus Barcelona.

Ia menilai Barcelona harusnya bisa mencetak delapan gol ke gawang Juventus ketika kedua tim bentrok di Allianz Stadium, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB.

Advertisement

Menjamu Barcelona dalam laga matchday 2 fase grup Liga Champions 2020/21, Juventus yang tampil tanpa sang bintang, Cristiano Ronaldo harus menyerah dua gol tanpa balas.

Dua gol Barcelona ke gawang Juventus masing-masing dicetak oleh Ousmane Dembele di babak pertama serta Lionel Messi lewat eksekusi penalti di penghujung laga.

Berbicara kepada Sky Sports seusai pertandingan, Capello mengaku terkejut dengan jurang perbedaan kualitas yang begitu dalam antara Juventus dengan Barcelona.

"Juventus sangat menderita melawan Barcelona yang tengah berada dalam krisis. Saya dikejutkan oleh perbedaan antara tim yang sedang dibangun yang juga kalah dalam El Clasico dan tim teratas di Italia," ujar Capello.

"Saya terkejut dengan perbedaan intensitas dan permainan. Barcelona benar-benar membuat saya terkesan, mereka bisa mencetak delapan gol, bukan dua," lanjutnya.

"Saya melihat tim yang agresif dan memiliki banyak dinamisme. Messi juga berkontribusi banyak." tukasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Rapor Buruk Juventus

Pemain Juventus Leonardo Bonucci (kiri) menghalau pemain Barcelona Lionel Messi pada pertandingan Grup G Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, Italia, Rabu (28/10/2020). Barcelona menaklukkan Juventus 2-0. (AP Photo/Antonio Calanni)

Lebih lanjut, Capello juga menyebut bahwa Juventus melakukan kesalahan dengan lebih banyak menjadikan Paulo Dybala sebagai pusat permainan.

"[Federico] Chiesa sering kali bebas [di lini tengah] tetapi semua bola selalu terkonsentrasi pada [Paulo] Dybala dan sisinya," tutur Capello.

"Karena itu, tidak mungkin untuk membuka permainan dan karena itu, Barcelona memiliki peluang untuk merebut kembali bola dengan cepat. Ada kecepatan lain dan ini membuat saya meragukan apa yang kami miliki di Italia," imbuhnya.

"Semua pemain Juventus benar-benar kurang cepat, mereka selalu ditekan dan bisa diantisipasi," tandasnya.

Sumber: Sky Sports

Disadur dari: Bola.net (Ari Prayoga, published 29/10/2020)

Berita Terkait