David Maulana dan 4 Jebolan Garuda Select yang Berkontribusi Besar di Timnas Indonesia U-19

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 06 Nov 2020, 07:45 WIB
Timnas Indonesia - David Maulana, Brylian Aldama, Bagus Kahfi (Bola.com/Adreanus TItus)

Bola.com, Jakarta - Pada Januari 2019, PSSI membuat terobosan. Bekerja sama dengan Mola TV, PSSI merancang program pembinaan pesepak bola jangka panjang bernama Garuda Select dengan mengumpulkan pemain U-16 untuk berlatih di Inggris.

Program Garuda Select direncanakan berjalan selama 10 tahun. Ada angkatan pertama, kedua, dan kini memasuki angkatan ketiga. Angkatan pertama berangkat pada Januari 2019 berkekuatan 24 pemain hasil pengamatan dari Elite Pro Academy (EPA) U-16 2018.

Advertisement

Generasi angkatan pertama Garuda Select berlatih di Inggris selama enam bulan. PSSI dan Mola TV tidak main-main dengan program ini. Dua legenda sepak bola Inggris, Des Walker dan Dennis Wise, ditunjuk langsung untuk menggembleng Garuda Select.

Des Walker sebagai pelatih dan Dennis Wise menjadi direktur sepak bola.

"Program ini memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia bertumbuh-kembang menjadi lebih dari sekadar pemain sepak bola," ujar Wise.

"Kami sangat menantikan apa yang bakal terjadi. Kami siap membantu program dan akan melakukan apa yang harus kami lakukan. Saya akan membantu pemain dengan program kami dan menjalankan program ini dengan bijak," ucap Wise.

Adapun, angkatan kedua Garuda Select dimulai pada Oktober 2019-April 2020. Sebanyak 18 pemain diterbangkan ke Inggris lalu ke Italia.

Sebanyak 18 pemain Garuda Select angkatan kedua masih berasal dari program EPA miliki PSSI, U-16 dan U-18.

Selama berada di Inggris dan Italia, total 21 pertandingan uji coba dilakoni. Hasilnya lebih baik dibanding angkatan pertama. Garuda Select angkatan kedua menuai sepuluh kemenangan, empat imbang, dan tujuh kali kalah.

Garuda Select angkatan kedua begitu fenomenal. Sejumlah pemain dikabarkan telah dilirik oleh klub-klub Eropa.

"Beberapa pemain punya bakat yang cukup untuk bermain di Eropa. Memang tidak semua. Namun, beberapa dari mereka, saya yakin masih bisa dipoles menjadi lebih baik lagi. Kalau soal main di Eropa, memang itu tujuan kami," ujar Dennis Wise.

"Pemain-pemain seperti Bagus Kahfi, Brylian Aldama, Rafli Asrul, dan David Maulana, sejauh ini punya standar bagus," imbuh Dennis Wise.

Selain dibekali taktik dan teknik bermain, skuat Garuda Select juga mempelajari ilmu kepelatihan. Brylian Aldama cs. mendapatkan sertifikat kepelatihan Level 1 FA pada Maret lalu.

"Para tutor ini bisa memberikan wawasan baru kepada para pemain tentang dunia kepelatihan, terutama dengan para pemain muda di akar rumput. Ada beberapa sesi yang dirancang agar para pemain bisa berkomunikasi lebih baik lagi. Baik di dalam maupun di luar lapangan. Kepercayaan diri para pemain juga bertambah," kata Danny Holmes, asisten pelatih Garuda Select.

Tujuan jangka panjang Garuda Select adalah menciptakan pemain muda untuk menjadi tulang punggung Timnas Indonesia. Sejumlah alumnusnya telah berhasil menjadi andalan di timnas U-19. Siapa saja mereka?

Video

2 dari 6 halaman

David Maulana

Gelandang Timnas Indonesia U-19, David Maulana, saat menghadapi Bulgaria U-18. (PSSI).

David Maulana terpilih dalam dua angkatan Garuda Select. Dia menjadi satu dari sedikit pemain yang berhasil mempertahankan posisinya.

Setelah membela Garuda Select angkatan pertama, David Maulana dipanggil ke Timnas Indonesia U-19 polesan Fakhri Husaini untuk Kualifikasi Piala AFC U-19 2020. Dia didapuk sebagai kapten dan sukses membawa timnya memimpin Grup K dengan raihan dua kemenangan dan sekali seri.

Pergantian kursi pelatih dari Fakhri Husaini ke Shin Tae-yong semakin mematenkan posisi David Maulana di Timnas Indonesia U-19. Gelandang berusia 18 tahun itu tetap dipercaya sebagai kapten tim dan rutin bermain dalam rangkaian uji coba di Kroasia pada Juli-Oktober 2020.

3 dari 6 halaman

Brylian Aldama

Mantan pemain Timnas Indonesia U-16, Supriadi dan Brylian Aldama. (Bola.com/Aditya Wany)

Situasi Brylian Aldama mirip dengan David Maulana. Keduanya sama-sama masuk dua angkatan Garuda Select dan langganan Timnas Indonesia U-19 era Fakhri Husaini dan Shin Tae-yong.

Bedanya, Brylian kehilangan tempat inti di Timnas Indonesia U-19 sepeninggal Fakhri Husaini. Dia yang tadinya berduet dengan David Maulana di lini tengah, kerap dicadangkan atau bermain sebagai pengganti.

Meski begitu, Brylian sesekali masih dipasang sebagai starter di Timnas Indonesia U-19 pada rangkaian uji coba di Kroasia. Dia juga diplot sebagai eksekutor utama tendangan penalti.

4 dari 6 halaman

Bagas Kaffa

Bek Timnas Indonesia U-19, Bagas Kaffa, mengaku kecewa dengan kekalahan telak 1-7 yang dialami dari Kroasia. (dok. PSSI)

Bagas Kaffa tampil cemerlang untuk Garuda Select angkatan pertama. Sewaktu terpilih untuk masuk angkatan kedua, ia malah menolaknya dengan alasan ingin fokus bermain untuk Barito Putera.

Bagas Kaffa adalah pilihan utama Fakhri Husaini di pos bek sayap kanan Timnas Indonesia U-19 pada 2019. Ketika Shin Tae-yong datang, ia kehilangan posisi intinya.

Bagas Kaffa sempat kalah bersaing dengan Bayu Fiqri dan Yudha Febrian. Belakangan, ia berhasil mengunci kembali posnya di Timnas Indonesia U-19.

5 dari 6 halaman

Braif Fatari

Tiga pemain Timnas Indonesia U-19, Braif Fatari, Bagus Kahfi, dan Bagas Kaffa, bersyukur meraih kemenangan 4-0 atas Hong Kong U-19 dalam laga Grup K Kualifikasi Piala AFC U-19 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (8/11/2019). (Bola.com/Yoppy Renato)

Tidak banyak yang mengenal siapa itu Braif Fatari sebelum masuk skuad Garuda Select angkatan pertama. Pemain asal Papua itu merupakan temuan fantastis tim pemandu bakat program ini.

Bakat Braif dicium oleh Timo Scheunemann, satu di antara pemandu bakat Garuda Select, saat proses seleksi. Dia tampil mengesankan dan diberikan satu tiket terbang ke Inggris.

Braif juga merupakan langganan Timnas Indonesia U-19 di era Fakhri Husaini dan Shin Tae-yong. Namun, ia kalah bersaing dengan pemain lain semodel Brylian Aldama dan Beckham Putra ketika masih dilatih Fakhri.

Baru setelah Shin Tae-yong menangani Timnas Indonesia U-19, Braif mulai sering diberikan kepercayaan. Sesekali, ia dipasang sebagai pemain utama untuk menemani Irfan Jauhari atau Saddam Gaffar di lini depan.

6 dari 6 halaman

Bagus Kahfi

Penyerang Timnas Indonesia U-18, Bagus Kahfi, mendapatkan kesempatan berlatih bersama tim senior. (dok. PSSI)

Bagus Kahfi kurang memesona di Garuda Select angkatan pertama, namun ia meledak di Garuda Select jilid kedua. Dia adalah top scorer tim dengan 16 gol.

Bagus Kahfi juga menjadi predator utama Timnas Indonesia U-19 ketika masih dipoles oleh Fakhri Husaini. Sayang, cedera yang membelenggunya ketika bermain untuk Garuda Select angkatan kedua memaksanya menepi untuk beberapa bulan.

Bagus Kahfi menderita cedera patah tulang kaki dan pergeseran ligamen pada Maret 2020. Cedera itu pula yang membuatnya tidak dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia U-19.

Saat ini, Bagus Kahfi telah dinyatakan pulih. Namun, ia masih harus mengembalikan kebugarannya lebih dulu sebelum kembali memperkuat Timnas Indonesia U-19.

Berita Terkait