BRI Liga 1: PSSI Klaim Kontroversi soal Wasit Berkaitan dengan PON, Berencana Gunakan Pengadil Lapangan Berlisensi FIFA

oleh Aditya Wany diperbarui 04 Nov 2021, 16:15 WIB
Ilustrasi wasit memimpin pertandingan BRI Liga 1 2021/2022. (Foto: Bola.com/M iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Wasit pertandingan BRI Liga 1 dan Liga 2 musim ini sedang menjadi sorotan. Sebab, banyak keputusan kontroversial yang dibuat oleh sang pengadil lapangan saat memimpin pertandingan.

Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh, berdalih bahwa fenomena ini muncul lantaran kompetisi sepak bola nasional berlangsung saat PON (Pekan Olahraga Nasional) XX Papua sedang bergulir pada 2-15 Oktober 2021 lalu.

Advertisement

"Ini kemarin kan berbarengan dengan PON, wasit kita terpecah. Kejadian-kejadian yang berbahaya itu karena dari PON,” kata Ahmad Riyadh.

"Maksudnya, konsentrasi PSSI terpecah jadi dua. Liga 1 diputar, PON jalan. Padahal, dua-duanya ini kami meminta yang terbaik. Ya otomatis, tiada gading yang tak retak,” imbuh pria yang juga menjabat Ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu.

Beberapa klub dirugikan akibat buruknya kepemimpinan wasit. Seperti Persebaya misalnya, gol mereka dianulir meski sudah melewati garis saat melawan Persela Lamongan (21/10/2021). Sebaliknya, gol striker Persela Ivan Carlos malah disahkan wasit Musthofa Umarella.

Pertandingan lanjutan BRI Liga 1 itu sendiri berakhir dengan skor 1-1 dan Persebaya dipaksa meraih satu poin. Padahal, Bajul Ijo seharusnya bisa mendapatkan tiga poin karena memetik kemenangan.

Sebelumnya, duel antara Barito Putera kontra PSIS Semarang juga melahirkan keputusan aneh (20/10/2021). Wasit menganulir hadiah penalti setelah pelanggaran PSIS dilakukan di kotak penalti, dan malah memberi hadiah tendangan bebas untuk Barito Putera.

Persija Jakarta juga sempat dirugikan dengan keputusan wasit Oki Dwi Putra saat berjumpa dengan Arema FC, Minggu (17/10/2021). Mulai dari pelanggaran pemain Arema dibiarkan, sampai injury time di luar kewajaran. Akibatnya, Persija harus kalah 0-1 dan gagal meraih poin.

 

 

2 dari 4 halaman

Sudah Berikan Sanksi

Wasit Yudi Nurcahya memimpin laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 antara Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Sebelumnya, Ahmad Riyadh, juga mengklaim telah memberi sanksi kepada wasit yang bermasalah di kompetisi Indonesia, baik BRI Liga 1 maupun Liga 2.

Riyadh menyebutkan bahwa Komite Wasit PSSI sudah bertindak agar hal-hal seperti ini tidak terulang lagi. Sebab, sportivitas dan asas fair play juga bisa menjadi ancamannya.

"Sudah kami sanksi semua, nanti malam ini (dirilis). Hampir 9 atau 10 yang sudah kami nyatakan memang salah dalam memimpin,” kata Ahmad Riyadh, Rabu.

"Sanksinya ada yang dua bulan tidak boleh memimpin, nanti kami evaluasi lagi. Karena kami kalau ada orang kesalahan sekali langsung dihukum, harus ada mekanisme organisasi yang harus dijalankan,” ucap Riyadh.

 

 

3 dari 4 halaman

Wasit Lisensi FIFA

Wasit Fariq Hitaba memberikan kartu kuning kepada Bek Persipura Jayapura, Donni Monim saat laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/08/2021). Persipura kalah 1-2. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Faktanya, hingga dua pekan setelah banyak insiden kontroversi wasit pertandingan BRI Liga 1, Komite Wasit belum juga mengumumkan siapa saja nama-nama sang pengadil lapangan yang mendapat sanksi.

Dengan menurunnya kualitas wasit Indonesia, apakah PSSI bakal melakukan perubahan seperti hanya akan mempekerjakan wasit berlisensi FIFA? "Ada kemungkinan seperti itu, ini kan masih memulai,” ucap Riyadh.

Penggunaan wasit asing pernah dilakukan oleh PSSI saat bergulirnya Liga 1 2017. Saat itu, muncul wasit dari Australia hingga Kirgistan untuk memimpin kompetisi domestik Indonesia.  Total, ada enam wasit asing yang bertugas di putaran kedua Liga 1 musim tersebut.

Tujuan dari penggunaan wasit asing itu adalah perbaikan mutu pengadil di lapangan. Pasalnya, PSSI mengklaim wasit asing yang ditugaskan di Liga 1 memiliki lisensi FIFA. Tapi, kebijakan itu hanya terjadi di musim 2017 saja.

4 dari 4 halaman

Yuk Lihat Tabel Persaingan

Berita Terkait