Mengupas Tim Ideal Paling Layak Promosi ke Liga 1 2022

oleh Gatot Susetyo diperbarui 25 Des 2021, 11:00 WIB
Liga 2 2020 Logo. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Liga 2 2021 memasuki fase genting bagi empat tim yakni RANS Cilegon United, Persis Solo, Martapura Dewa United, dan PSIM Yogyakarta. Empat semifinalis ini sedang berebut tiket promosi ke Liga 1 2022.

Pada duel semifinal yang rencananya digelar 27 Desember nanti, RANS Cilegon United bakal menghadapi PSIM. Sedangkan Dewa United ditantang Persis.

Advertisement

Jadi boleh dikatakan, satu kaki tim-tim itu telah menginjak kasta tertinggi di Indonesia. Satu laga lagi, dua tim yang memenangkan partai semifinal dipastikan langsung naik kasta. Satu kontestan lagi masih harus merebut jatah terakhir lewat perebutan juara ketiga Liga 2 2021.

Di antara keempat tim ini, siapa paling pantas berkiprah di Liga 1 musim mendatang? Dilihat dari berbagai sisi, RANS, Persis, Dewa United, dan PSIM layak promosi ke Liga 1. Namun sayang, karena regulasi jatah 'naik kelas' hanya tiga klub, maka satu tim harus rela tinggal kelas.

Kuartet calon kontestan Liga 1 2022 kali ini dari sisi finansial sangat ideal dibanding tiga klub yang promosi pada Liga 1 2020 lalu yakni Persik, Persita, dan Persiraja.

Tanpa meremehkan PSIM, seperti diketahui bersama, tiga tim lain; keuangan RANS Cilegon, Dewa United, dan Persis selangkah lebih bagus. Fakta bisa diamati dari belanja pemain yang mereka lakukan.

Akuisisi yang dilakukan artis papan atas Indonesia, Raffi Ahmad, menjadikan RANS Cilegon, Los Galacticos-nya Liga 2.

2 dari 4 halaman

Perang Investor

Pemilik Persis Solo, Kaesang Pangarep, saat menghadiri Kongres PSSI di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021). (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Begitu pula tokoh-tokoh kondang seperti putra Presiden Jokowo Kaesang Pangarep dan Menteri BUMN Eric Tohir membuat Persis jadi tim tangguh dengan penggawanya yang pilih tanding.

Setali tiga uang dengan Dewa United. Tim yang membeli lisensi Martapura FC ini diperkuat eks pemain-pemain Liga 1.

Namun, lepas dari kekuatan finansial yang berimbas pada materi pemain, PSIM dengan militansinya bisa jadi kuda hitam yang menggagalkan salah satu dari tiga rival tersebut.

Spirit tim semenjana membuat PSIM tampil mengejutkan sejak penyisihan grup hingga putaran delapan besar lalu. Tim asuhan Seto Nurdiantoro ini selalu mampu lepas dari lubang jarum.

3 dari 4 halaman

Militansi Suporter

Ribuan suporter Persis Solo saat memadati tribune timur Stadion Maguwoharjo. (Bola.com/Vincentius Atmaja)   

Di antara para semifinalis hanya Persis dan PSIM yang memiliki basis suporter kuat. Pemain ke-12, sebutan suporter, bisa jadi spirit pemain di lapangan.

Pasoepati dipastikan akan lebih banyak mengerahkan anggotanya untuk mendukung perjuangan Persis di semifinal. Brajamusti juga tak bakal membiarkan Laskar Mataram bertarung sendirian melawan RANS Cilegon.

Fans berat ini juga jadi modal berharga bagi Persis dan PSIM jika mereka berkiprah di Liga 1. Basis pendukung fanatik ini belum dimiliki RANS Cilegon dan Dewa United.

4 dari 4 halaman

Infrastruktur

Suporter PSIM menyaksikan timnya berlaga di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Soal infrastruktur, Persis dan PSIM juga punya nilai lebih ketimbang RANS Cilegon dan Dewa United. Ini bisa dilihat dari venue mereka saat di fase penyisihan grup yang 'menyewa' Stadion Madya Senayan Jakarta.

Stadion Manahan Solo, markas Persis, tak usah dibahas lagi. Fasilitas venue ini sangat siap untuk menggelar laga Liga 1 2022. Apalagi sejak Stadion Manahan terpilih sebagai venue Piala Dunia U20 renovasi besar-besaran dilakukan.

PSIM juga memiliki stadion sendiri, Mandala Krida. Stadion legendaris ini juga telah dipoles cukup representatif.

Final IdealYuk sekarang mengutak-atik, siapa pantas duel di partai final untuk memperebutkan mahkota juara Liga 2 2021.

Dari analisis kekuatan tim, RANS Cilegon pantas bertarung dengan Persis di final. Apalagi pada laga perdana babak delapan besar lalu, keduanya jual beli serangan dengan skor akhir 4-3 untuk anak asuh Rahmad Darmawan.

Eit, jangan salah. Jika 'Si Kuda Hitam' PSIM mampu menjegal RANS Cilegon di semifinal dan Persis menyingkirkan Dewa United, partai final akan menampilkan Derby Matraman.

Partai final ini bakal dikenang sepanjang masa. Dukungan kedua suporter, Pasoepati dan Brajamusti, pasti membludak.

Namun jika PSSI dan PT LIB sebagai penyelenggara kompetisi tak mau menanggung risiko gesekan dua kelompok suporter yang 'berseberangan' ini, Persis dan PSIM tak mungkin bentrokan di final.

Jadi final ideal dan 'aman' tetap RANS Cilegon United kontra Persis?

Berita Terkait