Liga 2: Hamka Hamzah Isyaratkan Gantung Sepatu Setelah Bawa RANS Cilegon Promosi ke Liga 1

oleh Gatot Susetyo diperbarui 28 Des 2021, 09:00 WIB
Manajer sekaligus kapten tim Liga 2, Rans Cilegon FC, Hamka Hamzah. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Cibinong - RANS Cilegon telah meraih tiket promosi ke Liga 1 musim depan setelah berhasil membungkam PSIM Yogyakarta dengan skor telak 3-0 dalam laga semifinal Liga 2 2021 yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (27/12/2021).

Momen jumpa pers setelah pertandingan tersebut dimanfaatkan oleh kapten sekaligus manajer RANS Cilegon, Hamka Hamzah, untuk menumpahkan isi hatinya.

Advertisement

Banyak curahan hati yang diungkapkan sang kapten, satu di antaranya mengenai rencana gantung sepatu setelah mengantarkan RANS Cilegon FC promosi ke Liga 1.

"Saya mengakui saya sudah tidak muda lagi. Saatnya saya pensiun main bola. Tapi, saya akan menekuni profesi lain di sepak bola. Tidak tahu nanti apa yang cocok untuk saya," ujar Hamka Hamzah.

Keputusan pensiun ini akan dilakukan mantan penggawa Persik Kediri dan Arema FC ini karena memiliki riwayat cedera ACL pada lututnya.

"Kondisi saya mungkin hanya 60 persen saja. Saya tadi memaksa minta main kepada Coach Rahmad Darmawan, karena saya punya komitmen terhadap Raffi Ahmad untuk mengantar RANS ke Liga 1. Alhamdulillah hutang janji saya sudah lunas sekarang," ungkap Hamka Hamzah.

 

 

2 dari 3 halaman

Enggan Operasi Keenam Kali

Hamka Hamzah (dua kiri) selaku kapten tim Rans Cilegon FC menyumbang satu dari dua gol yang diperoleh saat mengalahkan Persiba Balikpapan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dalam kesempatan yang sama, Hamka Hamzah mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan lima kali operasi terhadap cederanya. Hal itu yang membuatnya cukup yakin untuk segera gantung sepatu.

"Saya harus setop. Masa saya harus operasi lagi untuk keenam kalinya. Tadi dokter tim juga menyarankan saya tidak bermain. Dokter juga yang menasihati saya untuk pensiun," ujar Hamka.

Hamka Hamzah memang sudah terhitung 20 tahun berkarier di sepak bola profesional. Ia mengawalinya bersama PSM Makassar pada 2001 dan kemudian menjadi stoper andalan di sejumlah klub besar Indonesia, mulai dari Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Persija Jakarta, hingga Arema FC.

 

 

3 dari 3 halaman

Bukan Klub Medsos

Para pemain Rans Cilegon FC merayakan gol pertama ke gawamg PSIM Yogyakarta yang dicetak Bima Ragil (kedua dari kiri) dalam laga semifinal Liga 2 2021 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Hamka Hamzah juga menyampaikan uneg-uneg lainnya, termasuk tudingan miring bahwa RANS Cilegon hanya sebuah klub yang mengejar tayang di media sosial.

"Malam ini kami buktikan kalau RANS bukan klub konten. Jadi keberhasilan ini memupus anggapan publik kalau ini merupakan klub medsos," pungkasnya.

Meski telah memastikan diri promosi ke Liga 1, RANS Cilegon masih akan bertanding di final Liga 2 2021 dengan menghadapi Persis Solo. Setelah memastikan tiket promosi ke Liga 1, gelar juara tampak menjadi bonus yang sangat bagus bagi tim besutan Rahmad Darmawan itu.

Berita Terkait