Liga Champions: Mau Singkirkan Liverpool? Inter Milan Wajib Matikan Peran Virgil van Dijk

oleh Aryo Atmaja diperbarui 13 Feb 2022, 21:00 WIB
Virgil van Dijk. Bek tengah Liverpool ini mencetak satu gol di laga debut Derby Liverpool melawan tamunya Everton di putaran ketiga Piala FA musim 2017/2018 yang berkesudahan 2-1, 5 Januari 2018. Gol tersebut merupakan satu-satunya yang dicetak pada musim tersebut. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Dua tim raksasa Eropa akan saling sikut di babak perempat final Liga Champions 2021/2022. Inter Milan dan Liverpool siap bertemu tengah pekan nanti.

Inter Milan akan lebih dulu menjamu Liverpool pada leg pertama di Guiseppe Meazza, Kamis (17/2/2022) dini hari pukul 03.00 WIB. Nerazzurri pun paham bahwa lawan yang akan dihadapi tidaklah mudah disingkirkan.

Advertisement

Liverpool adalah tim papan atas Liga Inggris dan menjadi juara Liga Champions edisi musim 2020/2021. Tapi Inter tak perlu khawatir karena juga punya peluang untuk mendepak The Reds.

Legenda sepak bola Italia, Paolo Di Canio menjagokan Inter Milan untuk dapat menyingkirkan Liverpool. Eks pemain Juventus tersebut menilai bahwa pasukan Simone Inzaghi punya potensi besar membuat kejutan di Liga Champions.

“Seandainya pada bulan Oktober atau November, ketika tim Inggris cenderung memberikan yang terbaik, saya akan bertaruh lebih sedikit untuk Inter,” kata Di Canio kepada majalah La Gazzetta dello Sport via Football Italia.

“Inter masih memiliki level internasional musim ini, karena mereka hanya kalah melawan Real Madrid karena kurangnya penyelesaian akhir, belum tentu ide atau gaya permainannya,” bebernya.

 

 

2 dari 3 halaman

Saran Positif

Inter Milan mengalami turun kasta dari Liga Champions ke Liga Europa sebanyak dua musim berturut-turut, yaitu musim 2018/19 dan 2019/20. Mereka juga gagal meraih gelar usai mandek di babak 16 besar dan partai final. (AFP/Miguel Medina)

Paolo Di Canio juga punya saran kepada Inter untuk bisa dilakukan demi menyingkirkan Inter Milan. Yaitu Inter harus bisa membuat seorang bek Virgil van Dijk kehilangan konsentrasi dan keluar dari posisinya, melalui peran Edin Dzeko.

“Pada tahap musim ini, Liverpool memiliki beberapa celah kecil di armor yang bisa dimanfaatkan. Liverpool dua tahun lalu memiliki pertahanan yang tidak bisa ditembus, karena Virgil van Dijk telah meningkatkan semua orang di sekitarnya. Sejak kembali dari cedera, dia bukan pemain yang sama dan karena itu seluruh tim kebobolan lebih banyak,” terang Di Canio.

“Liverpool terus kebobolan peluang berbahaya yang sama saat ini, bola vertikal di belakang para bek, yang kemudian mulai berlari terlambat. Kurangnya fokus itulah yang bisa merugikan Inter.”

“Jika Anda juga melihat bahasa tubuh Van Dijk, dia biasa menggerakkan lengannya untuk mengencangkan bek sayap, tetapi sekarang dia hanya mengepakkan tangannya, mengeluh dan terlihat frustrasi dengan rekan satu timnya,” lanjut dia.

3 dari 3 halaman

Sudah Terbukti

Pemain Inter Milan Nicolo Barella (kedua kiri) menerima kartu merah dari wasit Felix Brych (tengah) saat melawan Real Madrid pada pertandingan sepak bola Grup D Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, 7 Desember 2021. Real Madrid menang 2-0. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP)

Eks pemain West Ham ini juga menegaskan bahwa Inter bukanlah tim kemarin sore yang mudah didepak dari ajang seperti Liga Champions. Disebutnya, Inter sudah mengalami peningkatan secara jauh dengan menghentikan dominasi Juventus..

Di Canio menambahkan bahwa memimpin klasemen sementara Serie A seperti sekarang ini Inter tidak bisa diremehkan di Liga Champions melawan Liverpool dengan gaya bermain dan kekuatan mereka sendiri.

“Ivan Perisic dan Denzel Dumfries harus melakukan pekerjaan yang luar biasa, mendorong, menekan, mencoba menyiksa bek sayap lawan, tetapi juga kemudian langsung kembali ke posisi semula, jika tidak Liverpool akan melewati lini tengah dan mengirim Sadio Mane atau Mohamed Salah dalam satu serangan dan situasi,” tambah Di Canio.

“Inter harus memiliki keberanian mendominasi permainan dari Liverpool. Saya bisa membayangkan Edin Dzeko jatuh ke posisi yang lebih dalam dan sedikit melenceng dari tengah, yang akan memaksa van Dijk keluar dari posisinya dan Lautaro Martinez memotong ke dalam dan melakukan tugas mencetak gol,” tegas Paolo Di Canio.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait