Tonton Keseruan IBL All-Star 2022: Suguhkan Terobosan, Ada Raffi Ahmad yang Bakal Duel dengan Baim Wong

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 31 Mar 2022, 06:43 WIB
Logo IBL All-Star 2022

Bola.com, Jakarta - Pencinta basket Indonesia akan mendapat suguhan menarik. IBL kembali menggelar ajang All-Star setelah absen dua tahun akibat pandemi virus corona Covid-19. IBL All Star 2022 menghadirkan beberapa terobosan baru

IBL All Star 2022 akan berlangsung Kamis (31/1/2022) di Hall Basket Senayan, Jakarta. Ajang ini sudah bisa dihadiri penonton meski kasih setengah dari kapasitas Hall Basket. Jumlah penonton yang bisa hadir langsung meningkat dibandingkan musim reguler.

Advertisement

IBL All Star 2022 mengusung tema Blast from The Past sebagai upaya menghargai sejarah. Di IBL All-Star 2022 bakal menampilkan sejarah panjang perjalanan kompetisi basket Indonesia, mulai dari 1980-an sampai sekarang.

"Setiap tonggak sejarah yang sudah dimulai menjadi awal langkah perjalanan kompetisi berikutnya, karena itu tahun ini kami mengusung tema Blast from The Past. Dari pengalaman kita belajar untuk jadi lebih baik," ujar Junas, dilansir situs resmi IBL, Rabu (30/3/2022), seperti dikutip dari Liputan6

Salah satu sosok pebasket 80-an Bambang Hermansyah bakal memimpin tim di Celebrity Games. Tim asuhan Bambang berisikan Raffi Ahmad, Wijaya Saputra, Andovi Da Lopez, Rayi Putra, Augie Fantinus, Andi Batam, Asri Welas, Prisia Nasution, Novabela J. Massie dan Michael James.

Lawannya ada tim Ali Budimansyah yang tak lain merupakan adik Bambang dan pebasket top Indonesia era 90-an. Tim Budi dihuni Baim Wong, Daffa Wardhana, Jovial Da Lopez, Dochi Sadega, Aqsa Aswar, Yosi Project Pop, Welly Situmorang, Erica Karlina, Abigail Cantika, Yuni dan Arfa Thohir.

 

2 dari 3 halaman

Tim Merah

Kapten Satria Muda Pertamina, Arki Dikania Wisnu, menjadi salah satu pemain yang paling menonjol saat mengalahkan Prawira Bandung pada laga IBL 2022 di Hall Basket GBK, Jakarta, Jumat (21/01/2022).(Bola.com/M Iqbal Ichsan)

IBL All-Star 2022 seperti biasa juga menghadirkan kontes tembakan tiga angka, skill challenge dan slam dunk. Puncaknya adalah pertandingan antara tim Merah melawan tim Putih.

Di tim Merah, komposisi pemain didominasi tiga klub yaki Satria Muda, West Bandits Solo dan Indonsia Patriots. Ketiga klub masng-masing menyumbang tiga pemain.

Dari Satria Muda, yang akan berlaga di All-Star adalah Hardianus Lakudu, M. Sandy Ibrahim Aziz, dan tentu saja Arki Dikania Wisnu. Sedangkan tiga pemain West Bandits yang terpilih adalah Rio Disi, Patrick Nikolas, dan Widyanta Putra Teja.

Indonesia Patriots yang merupakan timnas muda Indonesia juga mengirimkan tiga wakil yaitu Dame Diagne, Kelvin Sanjaya, dan Ali Bagir Wayarabi Alhadar.

Tiga pemain lain yang akan melengkapi tim Merah adalah Yonatan dari Pacific Caesar Surabaya, lalu Randy Bell pemain asing Bumi Borneo Basketball, dan terakhir ada Tyree Robinson dari klub Satya Wacana Salatiga.

 

3 dari 3 halaman

Tim Putih

Pemain Dewa United Kaleb Ramot Gemilang (Dok Dewa United)

Di tim Putih, Prawira Bandung mendominasi dengan menempatkan empat pemainnya yakni pemain asing Taj Davis Spencer serta tiga pemain lokal Abraham Damar Grahita, Yudha Saputera, dan M. Reza Guntara.

Yang mengejutkan Pelita Jaya hanya memiliki satu wakil saja yakni Vincent Rivaldo Kosasih. Dewa United juga cuma diwakili Kaleb Ramot Gemilang. 

Ada dua pemain Amartha Hangtuah yang akan tampil di tim Putih yakni Fisyaiful Amir dan Stevan Wilfredo Neno. NSH Mountain Gold juga mengirim dua pemain Ruslan dan Shavar Newkirk.

Dua slot tersisa dihuni pemain Bali United Rico Aditya Putra dan kapten RANS PIK Basketball Bima Riski Ardiansyah.