Penampilan Pemain Nomor 10 Semifinalis SEA Games 2021: Duo Indonesia - Malaysia Paling Subur!

oleh Wahyu Pratama diperbarui 25 Mei 2022, 12:15 WIB
Timnas Indonesia - Egy Maulana Vikri (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta Pemain nomor punggung 10 di dunia sepak bola ibarat angka keramat. Tak sembarang pemain berhak mengenakannya. Hanya pesepak bola terbaik yang mendapat kehormatan tersebut.

Lazimnya, pemain nomor punggung 10 dipakai oleh para pengatur permainan. Aman dikatakan bila mereka adalah tumpuan tim dalam mengarungi kompetisi atau sebuah turnamen.

Advertisement

Walaupun dipandang luar biasa, pemakai nomor punggung 10 juga memiliki beban yang lebih dari rekan-rekannya. Ia akan lebih banyak mendapatkan sorotan sepanjang pertandingan.

Pada perhelatan SEA Games 2021, kita juga mendapati beberapa bintang muda yang mendapatkan prestise tersebut. Tetapi playmaker dari tim semifinalis patut mendapatkan perhatian lebih.

Lantas, seperti apa performa para nomor 10 sepanjang perhelatan event dua tahunan tersebut. Bola.com coba menilik statisik dan performa mereka sepanjang turnamen. Berikut ini ulasan selengkapnya.

 

2 dari 6 halaman

Luqman Hakim Bin Shamsudin - Malaysia

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, berharap Luqman Hakim Shamsudin mampu tampil menggila di Piala AFF 2020. (Instagram/@luqmansham_10)

Luqman Hakim bin Shamsudin merupakan satu di antara pesepak bola di di Asia Tenggara yang diprediksi bakal memiliki masa depan cerah. Masih berusia 20 tahun, ia sudah melanglang buana ke Eropa dengan memperkuat klub Belgia, KV Kortrijk.

Sebagai pemain Malaysia pertama yang sudah merasakan debut di Belgia, harapan besar diapungkan fans Harimau Malaya kepadanya di ajang ini. Sayangnya, ia gagal mengeluarkan potensi terbaiknya.

Walaupun menjadi satu di antara top skorer SEA Games 2021 dengan torehan tiga gol, ia harus mengakhiri turnamen dengan sangat pahit. Tembakannya dalam babak adu penalti kontra Indonesia berhasil ditepis Ernando Ari. Malaysia pun pulang dengan tangan hampa.

 

3 dari 6 halaman

Egy Maulana Vikri - Indonesia

Timnas Indonesia U-23 mencatat kemenangan ketiganya di laga terakhir Grup A cabor sepak bola SEA Games 2021, Minggu (15/5/2022) sore WIB. Egy Maulana Vikri dkk membungkam Myanmar dengan skor 3-1 dan memastikan Tim Garuda Muda lolos ke babak semifinal. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Egy Maulana Vikri menjelma sebagai sosok penting dalam permainan Timnas Indonesia. Bersama kompatriotnya, Witan Sulaeman, ia menjadi satu di antara pencetak gol terbanyak SEA Games 2021 dengan torehan tiga gol.

Namun, performanya mendapat sorotan saat menghadapi Timor Leste. Walaupun mencetak gol pertama Indonesia di Vietnam, pemain berusia 21 tahun ini terbilang sering membuang peluang emas. Pelatih Shin Tae-yong pun menariknya keluar pada babak kedua.

Setelahnya penampilan Egy terus menanjak hingga akhir fase grup. Sayangnya, ketika babak knock-out, ia gagal berbuat banyak meskipun Tim Merah Putih meraih medali perunggu.

 

4 dari 6 halaman

Worachit Kanitsribumphen - Thailand

Pemai Thailand, Worachit Kanitsribumphen (tengah) berusaha merebut bola dari pemain Malaysia, Adam Nor Azlin (kiri) pada final sepak bola putra SEA Games 2017 di Stadion Shah Alam, Malaysia (29/8/2017). Tahailand menang 1-0. (AP/Vincent Thian)

Woratchit Kanitsribumphen merupakan satu di antara pemain senior yang dipanggil Timnas Thailand untuk SEA Games 2021. Walaupun begitu, usianya tak terlalu tua karena baru akan menginjak 25 tahun pada Agustus nanti.

Penampilannya memang tak se-eksplosif pemilik nomor punggung 10 lainnya. Ditempatkan sebagai gelandang serang, tugas utamanya menjadi penyuplai bola ke rekan-rekannya.

Tugas ini mampu dijalankan dengan baik seiring keberhasilan Thailand menjadi tim tersubur dengan torehan 13 gol atau lebih dari dua gol pertandingan.

Tetapi, ia harus menutup turnamen dengan medali perak karena kalah dari tuan rumah Vietnam.

 

5 dari 6 halaman

Cong Hoang Anh Ly - Vietnam

Cong Hoang Anh Ly merupakan satu-satunya pengguna nomor punggung 10 dari tim semifinalis yang bukan pilihan utama. Rataan waktu bermainnya bahkan kurang dari 60 menit.

Wajar bila ia terlihat tak terlalu bersinar di turnamen kali ini. Ia kalah bersaing dengan Do Hung Dung yang merupakan satu di antara pemain senior yang dipanggil pelatih Vietnam, Park Hang-seo.

Tetapi dengan usia yang baru beranjak 22 tahun, masih ada kesempatan baginya untuk unjuk gigi di turnamen atau pertandingan lain. Terdekat, ia bisa membuktikan diri saat Vietnam melakoni partai uji coba dalam agenda FIFA Matchday.

6 dari 6 halaman

Berita Terkait