Kisah Apes Pemain MU yang Terlalu Sering Dipinjamkan Ferguson, Akhirnya Layu Sebelum Berkembang

oleh Choki Sihotang diperbarui 30 Nov 2022, 18:45 WIB
Lee Martin. Gelandang serang Inggris berusia 35 tahun yang baru saja didatangkan Dover Athletic dari Ebbsfleet pada bursa transfer musim panas 2022/2023 dengan status bebas transfer ini pernah berseragam Nottingham Forest pada musim 2008/2009. Ia didatangkan dari Manchester United dengan status pinjaman pada awal musim 2008/2009 dan hanya memperkuat Forest hingga November 2008. Ia hanya tampil dalam 14 laga dengan torehan 1 gol dan 3 assist. Pada awal musim 2009/2010, pemain yang merupakan anggota Akademi setan Merah sejak tengah musim 2003/2004 ini dilepas permanen ke Ipswich Town dengan nilai transfer 2,25 juta euro. (AFP/Maartje Blijdenstein)

Bola.com, Jakarta - Lee Martin bukanlah David Beckham, sehingga harus dikenang fans sepanjang masa. Keduanya memang mantan pemain Manchester United (MU), namun punya nasib berbeda bak langit dan bumi.

Martin merupakan jebolan Akademi Manchester United (2003-2005). Melihatnya bakatnya yang luar biasa, Sir Alex Ferguson kemudian menariknya ke tim senior.

Advertisement

Namun, mengingat persaingan di lini tengah dan depan sangat ketat, Martin bisa dihitung jari bermain bersama MU. Dia lebih sering terlihat duduk manis di bangku cadangan.

Ferguson lalu memilih meminjamkan talenta mudanya itu ke klub Belgia, Royal Antwerp.

Martin berharap, peminjaman tak berlangsung lama. Soalnya, dia sangat berharap bisa beraksi di pentas Premier League bersama klub kebangaannya, Setan Merah.

 

2 dari 5 halaman

Merasa Tidak Terlalu Diperhatikan

Asa Martin pupus. Setelah Royal Antwerp, pemain kelahiran 9 Februari 1987 selanjutnya dipinjamkan ke Stoke City, Plymouth Argyle, Sheffield United, dan Nottingham Forest sebelumnya akhirnya dilepas begitu saja ke Ipswich Town pada 2009.

"Saya terlalu banyak dipinjamkan. Saat Anda bukan pemain mereka, Anda tidak terlalu diperhatikan," ketus Martin, mengomentari nasibnya.

Meski harus mengembara ke mana-mana, Martin masih bersyukur karena memiliki kesempatan lebih banyak untuk bermain. "Orang-orang mengatakan saya harus keluar agar mendapatkan lebih banyak menit bermain. Itu untuk membantu saya di masa depan," kata Martin.

Penampilan cemerlangnya di akademi ternyata jadi jaminan untuk bisa menembus skuad utama tim senior. "Saya merasa sulit dan membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi," akunya.

 

3 dari 5 halaman

Debut Premier League

Mantan pelatih MU, Sir Alex Ferguson, bukanlah penyuka tren sepatu sepak bola warna-warni. Ferguson hanya membolehkan memakai sepatu berwarna hitam terutama untuk pemain-pemain muda. (AFP/Paul Ellis)

Mungkin kenangan yang paling berkesan adalah ketika Martin melakoni debutnya bersama Setan Merah melawan Hull City pada hari terakhir musim 2009.

Dia mengaku senang, tapi juga cemas. "Saya terlihat sedikit lebih tua. Saya dipinjamkan ke Nottingham Forest di mana saya tidak melakukan banyak hal, jadi masa depan saya tidak hancur tetapi suram kembali (ke United) pada  Januari," katanya.

"Sir Alex Ferguson terkesan dengan saya dan membawa saya kembali ke tim utama," imbuh Martin.

 

4 dari 5 halaman

Layu Sebelum Berkembang

Tapi, dalam perjalanan selanjutnya, Martin kembali terpuruk. Bangku cadangan lagi-lagi menghiasi hari-harinya.

Itulah kenapa, saat Ferguson berencana melepasnya ke klub lain sebagai pemain pinjaman, Martin tak bisa menolak. Itu lebih baik daripada tak bermain sama sekali.

Pemain yang sempat digadang-gadang bakal menjadi aset berharga MU di masa depan itu akhirnya layu sebelum berkembang.

Sumber: Planetfootball

5 dari 5 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait