5 Tim Inggris yang Punya Haters Paling Bejibun: Ada MU? Tentu Saja

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 16 Nov 2023, 15:15 WIB
Wasit Donatas Rumsas memberi kartu merah kepada striker Manchester United Marcus Rashford pada pertandingan Grup A Liga Champions melawan Copenhagen di Stadion Parken, Kamis (9/11/2023) dini hari WIB. MU kalah 3-4. (Jonathan NACKSTRAND / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kepopuleran Liga Inggris sulit ditandingi. Klub-klub Premier League memiliki banyak fans dari berbagai penjuru dunia. 

Meski banyak yang mencintai klub maupun Premier League, banyak juga momen yang membuat sepak bola Inggris sangat dibenci. Alasannya, beragam mulai adanya kecurangan, aksi kekerasan, bahkan kemenangan berdarah hingga pelacuran.

Advertisement

Klub tersebut akhirnya menjadi yang paling tidak disukai  tidak hanya di Inggris tetapi juga dunia. Bahkan suporter klub lain ikut membenci tim asal Inggris dalam daftar ini.

Berikut lima tim Inggris yang paling banyak pembencinya, ternyata ada Manchester United (MU). 

---

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 6 halaman

5. Millwall (1885 hingga sekarang)

Millwall. (AFP/Ben Stansall)

Sejak berdiri pada 1885 hingga sekarang, Millwall adalah satu di antara klub yang paling dibenci di Inggris. Penyebabnya, suporter sering berulah, di dalam maupun di luar lapangan.

Kerusuhan besar terjadi di kandang mereka pada 2002 kala menjamu Birmingham dan 1978 saat menghadapi Ipswich, serta laga tandang melawan Luton pada 1985, QPR pada 1966, dan West Ham pada 1906 dan 2009.

Suporter bisa menyerang pemain dan ada yang iseng melemparkan granat tangan tiruan ke lapangan.

3 dari 6 halaman

4. Wimbledon (Musim 1987/1988)

Liverpool begitu menakutkan di sepak bola Inggris pada era 1970-an hingga 1980-an tetapi justru kalah di final Piala FA musim 1987/1988. Klub yang mengalahkan mereka adalah tim semenjana Wimbledon hingga ada sebutan The Crazy Gang kalahkan Culture Club.

Wimbledon mencetak satu-satunya gol di final melalui sundulan oportunistik Lawrie Sanchez serta drama penyelamatan penalti Dave Beasant. Wimbledon dibenci karena permainan agresif yang kasar seperti seorang anggota geng yang gila.

4 dari 6 halaman

3. Manchester United (Musim 1998/1999)

3. Manchester United 1999-2000 – Manchester United benar-benar menunujukan kedigdayaannya dengan berhasil meraih treble winner pada tahun ini. Saat itu Man United keluar sebagai juara usai mengoleksi 93 poin. (AFP/Eric Cabanis)

Pada akhir musim 1998/1999, manajer Manchester United, Alex Ferguson dinobatkan sebagai bangsawan oleh kerajaan Inggris. MU yang dibesutnya meraih tiga gelar alias treble winners hingga merebut gelar Liga Champions dramatis saat melawan Bayern Munchen di final.

Namun, aktor di balik dibencinya United selain strategi Fergie juga ada nama Roy Keane. Gelandang bertahan ini selalu menebar kebencian dengan permainannya yang brutal karena tekel kerasnya.

5 dari 6 halaman

2. MK Dons (Musim 2004/2005)

Para pemain Forest Green Rovers bersalaman dengan pemain MK Dons pada laga Piala Liga di Stadion New Lawn, Nailsworth, Selasa (8/8/2017). FGB merupakan klub sepak bola yang mengedepankan hidup sehat dan ramah lingkungan. (AFP/Geoff Caddick)

Milton Keynes (MK) Dons FC mengakuisisi Wimbledon FC yang pindah ke Milton Keynes karena aturan FA yang mengharuskan setiap tim profesional harus memiliki stadion full dengan kursi penonton. MK Dons menyatakan diri sebagai klub baru dan enggan membicarakan tentang sejarah besar Wimbledon FC.

Tak hanya suporter di kota Wimbledon yang marah bahkan hampir di seluruh Inggris yang menganggap mereka adalah klub siluman tanpa sejarah. Suporter di kota Wimbledon akhirnya membentuk AFC Wimbledon dan sering jadi laga panas ketika bersua MK Dons.

6 dari 6 halaman

1. Leeds United (Musim 1973/1974)

Pemain asal Skotlandia Billy Bremner memimpin rekan-rekannya di Leeds United meraih kejayaan di Inggris. Permainan Leeds menggambarkan sepak bola Inggris yang murni, yakni keras, penuh determinasi tinggi, dan mengutamakan fisik.

Penampilan mereka seringkali berujung kasar sehingga dijuluki Dirty Leeds. Bahkan pemain lawan kerap tertatih-tatih kala menghadapi Leeds sehingga mereka sangat dibenci di Inggris saat itu.

Sumber: Four-Four Two  

Berita Terkait