Ketika Timnas Indonesia Ukir Sejarah di Piala Asia 2004

oleh Abdi Satria diperbarui 29 Des 2023, 15:45 WIB
Timnas Indonesia - Jersey Timnas Indonesia Mills (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia menorehkan sejarah ketika tampil pada putaran final Piala Asia 2004, 17 Juli hingga 17 Agustus 2004. Lantas, pencapaian apa yang diukir Tim Garuda yang ketika itu diasuh Ivan Kolev tersebut.

Timnas Indonesia lolos ke putaran final setelah berjuang pada kualifikasi yang berlangsung di Arab Saudi, 6 hingga 17 Oktober 2003. Pada kualifikasi, Tim Merah-Putih berada di Grup C bersama Yaman, Bhutan, dan tuan rumah Arab Saudi.

Advertisement

Sistem yang dipakai adalah home and away meski semua laga digelar di satu negara. Indonesia bertengger di peringkat kedua Grup C setelah mengoleksi 10 poin, dengan perincian tiga kali menang, sekali imbang, dan menelan dua kekalahan.

Dua hasil minor yang diderita Timnas Indonesia semuanya terjadi ketika menghadapi Arab Saudi. Adapun Arab Saudi menyapu bersih enam laga yang mereka mainkan dengan kemenangan, dan lolos sebagai juara grup dengan koleksi 18 poin.

Seperti diketahui, juara dan runner-up grup berhak mendapat tiket untuk unjuk kemampuan pada putaran final Piala Asia 2004 di China. Total ada 16 tim yang bersaing di Piala Asia 2004.

---

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Boyong 22 Pemain

Pemain Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas (kiri), mengontrol bola dibayangi pemain Timnas Korsel, Kim Jin-kyu, dalam pertandingan Grup D Piala Asia 2007 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (11/7/2007). Bambang Pamungkas yang merupakan legenda Persija tampil sebanyak enam kali di Piala Asia edisi 2000, 2004 dan 2007. (AFP/Jewel Samad)

Selain China yang berstatus tuan rumah, ada juga Arab Saudi, Timnas Indonesia, Jepang (juara bertahan), Korea Selatan, Iran, Irak, Kuwait, Qatar, Thailand, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Bahrain, Yordania, Oman, dan Turkmenistan.

Menghadapi persaingan antartim pada putaran final, Ivan Kolev membawa 22 pemain pilihannya.

Mereka adalah Hendro Kartiko, I Komang Putra Adnyana, Yandri Pitoy (kiper), Agung Setyabudi, Alexander Pulalo, Aples Gideon Tecuari, Warsidi, Ismed Sofyan, Hamka Hamzah, Maman Abdurrahman, Harry Saputra, dan Firmansyah (belakang).

Ada juga Elie Aiboy, Ponaryo Astaman, Syamsul Chaeruddin, Agus Indra Kurniawan, Amir Yusuf Pohan (tengah), Jaenal Ichwan, Aliyudin, Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, dan Rochy Putiray (depan).

 

3 dari 5 halaman

Kemenangan Perdana

Bek Timnas Indonesia, Firmansyah berjibaku untuk menahan pergerakan penyerang Timnas Qatar, Ali Mejbel di Piala Asia 2004 (AFP/Frederic Brown)

Meski dua kali beruntun lolos ke putaran final Piala Asia. Timnas Indonesia tetap dipandang sebelah mata. Apalagi, Grup A dihuni oleh tim kuat dengan materi pemain mentereng, yakni Qatar, Bahrain, dan China.

Pada laga perdana, Tim Garuda menghadapi Qatar yang ditangani Philippe Troussier (Prancis) di Workers Stadium, 18 Juli 2004. Sosok Troussier yang sebelumnya membawa Jepang juara Piala Asia 2000, membuat Qatar diyakini bakal mudah merengkuh tiga poin dari Indonesia.

Namun, fakta di lapangan mengejutkan. Tampil tanpa beban dan determinasi tinggi, Tim Garuda mampu unggul dua gol lebih dulu lewat aksi Budi Sudarsono pada menit ke-20 dan Ponaryo Astaman menit ke-48.

Qatar baru bisa menjebol gawang Indonesia yang dikawal Hendro Kartiko pada menit ke-83 berkat gol Magid Mohammed.

Kedudukan 2-1 buat Indonesia bertahan sampai wasit Masoud Moradi (Iran) meniup peluit berbunyi panjang pertanda laga berakhir. Timnas Indonesia pun mencetak sejarah dengan meraih kemenangan pertama di putaran final Piala Asia.

 

4 dari 5 halaman

Dilumat China

Namun, penampilan Indonesia mengalami antiklimaks saat bersua dengan tuan rumah China di stadion yang sama pada 21 Juli 2004. Gawang Indonesia dibombardir lima gol tanpa mampu membalas.

Meski kalah telak dari China, peluang Timnas Indonesia ke perempat final tetap terbuka. Agung Setyabudi dan kolega hanya butuh hasil imbang kontra Bahrain pada laga terakhir penyisihan Grup A di Sport Centre Stadium, Jinan, 25 Juli 2004.

Sebelum laga itu, Indonesia bertengger di peringkat dua dengan poin tiga. Adapun Bahrain baru meraih dua poin dari hasil imbang dengan China dan Qatar.

 

5 dari 5 halaman

Gagal ke Perempat Final

Akan tetapi, tiket perempat final yang sudah di depan mata melayang. Sempat bermain imbang tanpa gol, Bahrain sampai pengujung babak pertama, gawang Timnas Indonesia akhirnya jebol pada menit ke-43 lewat tendangan Husain Ali.

Bahrain kemudian menggandakan keunggulan berkat aksi A'ala Hubail pada menit ke-57. Asa Tim Garuda kembali bangkit setelah Elie Aiboy menjebol gawang Bahrain.

Namun, Bahrain kembali menambah golnya pada menit ke-83 lewat Talal Yousef.

Seperti diketahui, China dan Bahrain yang menjadi wakil Grup A melaju sampai ke semifinal. China malah berhasil menembus final sebelum takluk ditangan Jepang dengan skor 1-3 di Workers Stadium, 7 Agustus 2004.

Berita Terkait