Bola.com, Jakarta - Di tengah gemerlap ajang Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025 yang digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, terselip kisah inspiratif dari dua atlet muda asal Mamuju, Sulawesi Barat.
Mereka adalah Chrisabel Manuela Lululangi, atau akrab disapa Abel, dan rekannya Nur Salsa Bila Ramadani, yang berjuang menembus kejuaraan nasional meski sehari-hari hanya berlatih di kolam sepanjang 15 meter.
Abel, atlet berusia 13 tahun dari Manakarra Swimming Club, mengaku sudah menekuni dunia renang sejak taman kanak-kanak. Dengan semangat tinggi, ia tetap berlatih keras meski fasilitas di daerahnya jauh dari standar nasional.
“Memang kebetulan kolam kami di Mamuju itu cuma 15 meter. Itu pun bukan kolam standar, karena standar nasional kan 50 meter. Tapi di kolam 15 meter itu kami latihan secara maksimal juga. Kadang kami pakai alat bantu atau latihan sampai malam biar bisa memaksimalkan waktu,” ujar Abel.
Perjuangan Keras
Lebih jauh, ia menceritakan bahwa kolam latihan di Mamuju bukan khusus untuk atlet. Kolam tersebut juga digunakan anak-anak lain untuk bermain air. Namun, keterbatasan itu justru melatih ketekunan dan kesabarannya.
“Kami ini ingin mencapai limit, tapi dengan kolam 15 meter ini agak susah. Apalagi untuk event besar seperti ini. Jadi kami hanya bisa memaksimalkan latihan yang ada,” katanya.
Meski menghadapi banyak tantangan, Abel tidak kehilangan semangat. Ia menjadikan keterbatasan fasilitas sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Saya selalu bilang ke diri saya, walaupun kolam cuma 15 meter, tapi saya punya tujuan. Tujuan saya itu Indonesia Open dan POPNAS. Jadi saya terus memotivasi diri supaya bisa berlatih lebih keras dan mencapai target itu,” ujarnya penuh semangat.
Kisah Abel dan Nur Salsa menjadi gambaran nyata bahwa semangat juang atlet muda Indonesia tidak ditentukan oleh fasilitas yang mereka miliki, melainkan oleh tekad dan keyakinan untuk terus melangkah maju. Dari kolam kecil di Mamuju, mereka menunjukkan bahwa mimpi besar bisa tumbuh di mana saja bahkan dari air sedalam satu setengah meter.
Penulis: Roger Mila