Max Verstappen Kembali Semprot Regulasi Baru usai Tidak Finis Race F1 GP China: Seperti Main Mario Kart, Ini Bukan Balapan

Juara dunia empat kali Max Verstappen kembali melontarkan kritik keras terhadap regulasi baru Formula 1 (F1) 2026 setelah dirinya gagal finis pada balapan seri kedua di Sirkuit Shanghai, China hari Minggu (15/03/2026).

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 16 Maret 2026, 05:15 WIB
Pembalap Red Bull, Max Verstappen.(Foto AP/Ettore Chiereguini)

Bola.com, Jakarta - Juara dunia empat kali Max Verstappen kembali melontarkan kritik keras terhadap regulasi baru Formula 1 (F1) 2026 setelah dirinya gagal finis pada balapan seri kedua di Sirkuit Shanghai, China hari Minggu (15/03/2026). 

Pembalap Red Bull Racing itu menyebut aturan teknis terbaru F1 sebagai lelucon, terutama karena perubahan besar pada sasis dan unit tenaga yang kini membagi hampir 50 persen tenaga antara mesin pembakaran dan listrik.

Advertisement

Max Verstappen memang menjadi salah satu pembalap paling vokal dalam menentang perubahan regulasi tersebut. Sejak tes pramusim, Max Verstappen sudah menyindir regulasi baru dengan menyebutnya seperti Formula E yang berlebihan.

Kritik itu kembali ia ulangi setelah balapan di China, terutama setelah dirinya gagal finis akibat masalah pendinginan sistem ERS.

"Ini buruk sekali. Saya tidak tahu. Kalau ada yang menyukai ini, berarti mereka tidak benar-benar tahu seperti apa balapan itu,” kata Verstappen.

"Ini sama sekali tidak menyenangkan. Rasanya seperti bermain Mario Kart. Ini bukan balapan," tambah pembalap asal Belanda itu. 

 

 

 

 

 


Mercedes Terlalu Dominan

Kimi Antonelli saat memenangkan balapan F1 GP China 2026. (GREG BAKER / AFP)

Menurut Max Verstappen sistem penggunaan energi listrik membuat duel di lintasan terasa tidak alami.

"Anda menyalip dengan boost, lalu baterainya habis di lintasan lurus berikutnya dan lawan menyalip lagi. Buat saya, ini benar-benar lelucon," ujarnya.

Verstappen juga menilai regulasi baru gagal menciptakan persaingan yang menarik. Pada dua seri awal musim, duo Mercedes: Kimi Antonelli dan George Russell mendominasi dengan finis satu-dua.

"Sekarang hanya Kimi dan George yang menang. Mereka jauh di depan yang lain," kata Verstappen.


Bukan karena Dalam Tren Buruk

Ia menilai start cepat dari Scuderia Ferrari kadang membuat persaingan terlihat ketat di awal, tetapi situasinya segera kembali normal setelah beberapa lap.

“Ferrari memang sering melakukan start bagus dan sempat memimpin, tapi setelah beberapa lap semuanya kembali seperti semula. Ini tidak ada hubungannya dengan balapan,” ujarnya.

Verstappen menegaskan kritiknya bukan karena hasil balapan yang kurang memuaskan bagi dirinya.

Menurutnya, ia tetap akan menyampaikan pendapat yang sama bahkan jika dirinya sedang memenangkan balapan.

“Saya tidak mengatakan ini karena posisi saya sekarang. Bahkan kalau saya menang pun saya akan mengatakan hal yang sama, karena saya peduli dengan kualitas balapan,” kata Verstappen.

Berita Terkait