Sentil Gubernur KDM, KONI Jabar Tetap Gas Menuju Porprov 2026 dan PON 2028

Kendala utama yang dihadapi saat ini berkaitan dengan keterbatasan anggaran hibah yang diterima di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak mudah.

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 17 Maret 2026, 09:45 WIB
Ketua KONI Jawa Barat, M. Budiana. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Ketua KONI Jawa Barat, M. Budiana, secara terbuka mengungkapkan tantangan besar yang tengah dihadapi dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov) 2026.

Kendala utama yang dihadapi saat ini berkaitan dengan keterbatasan anggaran hibah yang diterima di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak mudah.

Advertisement

Budiana menjelaskan situasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh KONI Jabar, tetapi juga oleh banyak organisasi olahraga lainnya.

Ia menyebut kebijakan efisiensi nasional yang dikeluarkan pemerintah pusat turut berdampak hingga ke daerah, termasuk pada sektor pembinaan olahraga amatir.

“Terus terang saja, kendala yang kami hadapi berkaitan dengan posisi anggaran melalui dana hibah yang kami terima,” jelas Budiana saat di temui di Gedung KONI Jawa Barat, Senin (16/3/2026) malam

“Namun kami juga memahami kondisi negara saat ini yang memang sedang menghadapi tantangan besar di bidang ekonomi dan pembangunan,” lanjut Budiana.

 
 

Dampak Terasa hingga Level Daerah

Perpani Kota Bekasi menjalin kerjasama dengan The Hub Indonesia yang bisa membuat olahraga panahan makin terkenal dan bantu cari atlet-atlet baru panahan di Jawa Barat atau khususnya kota Bekasi (istimewa)

Kebijakan efisiensi yang digulirkan pemerintah pusat, lanjutnya, membuat seluruh daerah harus melakukan penyesuaian anggaran. Dampaknya terasa hingga pada kegiatan olahraga daerah yang selama ini menjadi fondasi pembinaan atlet.

Menurut Budiana, situasi ini juga kemungkinan dirasakan oleh organisasi olahraga lain, seperti Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Meski demikian, Budiana menegaskan pelaksanaan Porprov ini bukan hanya tanggung jawab KONI semata.

Ia mengingatkan pemerintah daerah juga memiliki peran penting, yang tertuang dalam kebijakan gubernur serta dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.

“Saya tidak ingin ada friksi antara pemerintah daerah dengan KONI terkait Porprov. Yang kita butuhkan adalah pemahaman bersama bahwa event ini sangat penting untuk masa depan olahraga,” tegasnya.

Lebih jauh, Budiana menjelaskan Porprov memiliki peran strategis dalam menyiapkan atlet menuju ajang nasional. Tahun 2026 menjadi fase penting karena pada 2027 para atlet menghadapi kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Setelah itu, setiap provinsi akan menjalani program pemusatan latihan daerah (Pelatda) sebelum akhirnya bertanding di Pekan Olahraga Nasional XXII yang dijadwalkan berlangsung pada 2028 di NTB dan NTT serta Jakarta sebagai salah satu provinsi penunjang untuk sejumlah cabang olahraga.


Tulang Punggung Atlet Nasional

Atlet hoki asal Jawa Barat peraih medali emas SEA Games 2023 disambut Ketua KONI Jawa Barat, M. Budiana beserta jajarannya di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (9/5/2023). (Bola.com/Erwin Snaz)

Budiana juga menegaskan Jawa Barat selama ini dikenal sebagai salah satu tulang punggung kekuatan atlet nasional. Bahkan Jabar ini telah tiga kali berturut-turut menunjukkan dominasi dalam berbagai ajang olahraga nasional.

“Jabar sudah beberapa dekade menjadi backbone kekuatan atlet nasional. Itu akan sangat disayangkan jika perhatian terhadap pembinaan olahraga prestasi di Jawa Barat menurun,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan berat, Budiana tetap optimistis. Ia memahami pemerintah daerah saat ini juga sedang berjuang menghadapi tekanan besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“KONI Jabar berada di tengah situasi ini. Kami memahami kondisi tersebut. Kami berharap ekonomi nasional maupun daerah bisa segera pulih, sehingga pembinaan olahraga dapat kembali berjalan optimal,” imbuhnya.


Ajak Pemprov Jawa Barat Duduk Bersama

Pria yang akrab disapa KDM ini menggelontorkan bonus untuk Persib Bandung senilai Rp 1 Miliar sebagai bentuk apresiasi kepada tim Maung Bandung yang sudah meraih back to back juara. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Walau demikian, Budiana berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah pimpinan Dedi Mulyadi mau duduk bersama dengan KONI Jawa Barat untuk membahas persiapan Porprov 2026.

“Ya, mari kita duduk bersama, terima kami, kehadiran kami. Kami rasanya di Jawa Barat ini tidak punya kesalahan,” tegas Budiana.

“Kalau ada kesalahan ya koreksi kami. Mari bersikap mutual understanding, secara peaceful coexistence, di antara stakeholder dengan KONI Jawa Barat. Saya ini rasanya begitu sangat terbuka pada dialog dengan siapapun,” tambah Budiana.

Diakui Budiana, pihak KONI Jabar sudah beberapa kali mengirimkan surat untuk bersilaturahmi dan berbicara terkait prestasi olahraga Jawa Barat kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Namun, hingga saat ini, tepatnya sejak menjabat Gubernur Jawa Barat, sosok Dedi Mulyadi tidak pernah merespons sama sekali.

“Jadi harus diskusi dulu secara mendalam dengan stakeholder olahraga yang ada di Jawa Barat. Sayanglah, Jabar ini sudah menjadi kiblat pembinaan olahraga di Indonesia,” pungkas Budiana.