Meski Gagal di Pentas Antarklub Asia, Persib dan Dewa United Dapat Cuan Miliaran Rupiah

Berkiprah di kompetisi Asia jadi idaman bagi klub-klub sepak bola profesional. Karena banyak manfaat diperoleh dari percaturan elite Benua Kuning tersebut.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 23 Maret 2026, 20:00 WIB
Persib vs Bangkok United di Liga Champions Asia 2. (Dok Persib)

Bola.com, Kediri - Berkiprah di kompetisi Asia jadi idaman bagi klub-klub sepak bola profesional. Karena banyak manfaat diperoleh dari percaturan elite Benua Kuning tersebut.

Keuntungan pertama tentu saja berdampak pada naiknya gengsi klub tersebut bisa bersaing dan dikenal negara lain. Apalagi setelah AFC menerapkan peringkat liga domestik di bawah naungannya, secara langsung ini juga berpengaruh pada rangking BRI Super League yang dioperatori ILeague.

Advertisement

Semakin tinggi urutan sebuah liga domestik, semakin banyak pula wakil yang bisa tampil di kompetisi antarklub Asia. Mulai musim 2024/2025, AFC merombak sistem kompetisi antarklub menjadi tiga kasta utama yakni AFC Champions League Elite (ACLE) sebagai kasta tertinggi, AFC Champions League Two (ACL2) sebagai kasta kedua (sebelumnya Piala AFC), dan AFC Challenge League (ACGL) sebagai kasta ketiga.

Karena Liga Indonesia masih menempati peringkat ke-18 di daftar antarklub Asia, maka jatah wakil dari BRI Super League hanya dua klub. Musim ini Persib sebagai juara bertahan berhak tampil di ACL2. Sedangkan Dewa United beraksi ACGL.

 


Melalui Playoff

Untuk berkiprah di dua ajang itu, Persib dan Dewa United harus melalui babak playoff terlebih dahulu. Namun akhirnya mereka mampu melangkah hingga babak perempatfinal di kasta masing-masing.

Laju Persib ditahan wakil Thailand, Ratchaburi FC. Maung Bandung kalah dengan agregat gol 1-3, setelah bertarung dengan skor 0-3 dan 1-0.

Sementara ambisi Dewa United dipupus Manila Diggers. The Banten Warriors juga kalah agregat 2-3 dari dua legs yang berakhir dengan skor 0-1 dan 2-2.

 


Cuan Miliaran Rupiah

Egy Maulana Vikri, Nick Kuipers, dan Privat Mbarga memberikan selamat kepada Rafael Struick yang mencetak gol pertamanya bagi Dewa United dalam laga melawan Shan United di Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (1/11/2025). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Meski kandas di fase perempatfinal, tapi Persib dan Dewa United mendapat cuan dari jerih payahnya mengarungi pentas di Asia. Persib total mengantongi pendapatan sebesar Rp14,93.

Rinciannya uang itu didapat dari bonus performa Rp3,1 miliar, fee partisipasi Rp5,89 miliar, dan Rp7,47 miliar untuk price money.

Dewa United juga meraup pemasukan sebanyak Rp6,82 miliar. Dengan perincian bonus performa Rp620 juta, fee partisipasi Rp2,79 miliar, dan price money Rp3,41 miliar.

Tentu semua penghasilan itu masih kotor. Karena belum dipotong biaya operasional tim untuk menggelar pertandingan kandang dan ongkos perjalanan saat melakoni partai tandang ke luar negeri.

Tapi dengan tambahan keuangan itu sangat membantu Persib dan Dewa United untuk belanja pemain di bursa transfer musim depan. 

Berita Terkait