Kemenangan Man City di Final Carabao Cup Jadi Pukulan Telak bagi Arsenal di Perburuan Gelar Liga Inggris

Kemenangan Manchester City atas Arsenal di final Carabao Cup 2026 tak hanya berarti trofi semata. Legenda Manchester United, Gary Neville, menilai hasil tersebut bisa berdampak besar dalam persaingan gelar Premier League musim ini.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 23 Maret 2026, 19:45 WIB
Dua gol cepat Nico O'Reilly pada babak kedua menjadi pembeda dalam laga yang sempat berlangsung ketat sepanjang babak pertama. (AP Photo/Richard Pelham)

Bola.com, Jakarta - Kemenangan Manchester City atas Arsenal di final Carabao Cup 2026 tak hanya berarti trofi semata. Legenda Manchester United, Gary Neville, menilai hasil tersebut bisa berdampak besar dalam persaingan gelar Premier League musim ini.

Manchester City menang 2-0 berkat dua gol Nico O'Reilly, sekaligus mengamankan trofi domestik pertama musim ini. Namun di balik itu, Neville melihat adanya efek psikologis yang jauh lebih besar terhadap Arsenal.

Advertisement

Saat ini, City memang masih tertinggal sembilan poin dari Arsenal di klasemen. Meski begitu, tim asuhan Pep Guardiola masih memiliki satu pertandingan tunda dan akan menghadapi Arsenal di Etihad Stadium pada April mendatang.

Menurut Neville, kemenangan di final ini bisa menjadi momentum kebangkitan bagi Manchester City dalam perburuan gelar.

 


Blunder Kepa dan Kritik Tajam Neville

Dua gol O'Reilly tercipta melalui sundulan kepala. Pada menit ke-60, ia memanfaatkan kesalahan kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga, untuk membuka keunggulan. Empat menit berselang, O'Reilly kembali mencetak gol dengan sundulan memanfaatkan umpan Matheus Nunes. (AP Photo/Richard Pelham)

Salah satu sorotan utama dalam laga final adalah performa kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga. Ia dianggap melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol pertama Manchester City.

Neville tidak ragu melontarkan kritik keras terhadap penampilan sang kiper.

“Kepa seharusnya segera membuang bola. Apa yang dia lakukan justru membangkitkan semangat lawan dan tidak membantu Arsenal sama sekali,” tegas Neville.

“Bukan hanya soal kesalahan itu, dia juga terlalu lama menguasai bola, seperti mengundang tekanan dari pemain Manchester City. Itu kesalahan besar di momen krusial,” lanjutnya.

Ia juga menilai Arsenal kehilangan arah di babak kedua.

“Arsenal terlihat menghilang di pertandingan ini. Apa yang terjadi dengan mereka? Tim asuhan Mikel Arteta seperti kehilangan identitas di babak kedua,” kritik Neville.

 


Momentum Besar untuk Man City

Manchester City memastikan diri sebagai juara Carabao Cup 2025/2026 setelah menaklukkan Arsenal dengan skor 2-0 pada partai final di Wembley. Dua gol cepat Nico O'Reilly pada babak kedua menjadi pembeda dalam laga yang sempat berlangsung ketat. (AP Photo/Richard Pelham)

Neville menilai kemenangan ini sebagai “pukulan besar” bagi Arsenal, terutama dalam upaya mereka meraih banyak trofi musim ini.

“Mereka memberikan pukulan besar. Manchester City mendapatkan dorongan yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemenangan ini bisa menjadi titik balik bagi City untuk kembali bersaing di papan atas liga.

Di sisi lain, Mikel Arteta mencoba meredam situasi dan meminta timnya untuk bangkit dari kekecewaan.

“Kami harus melihatnya dengan perspektif yang tepat. Apa yang telah dilakukan tim ini dalam delapan bulan terakhir luar biasa,” ujar Arteta.

“Kami akan menggunakan rasa sakit dan kekecewaan ini sebagai motivasi untuk menjalani dua bulan ke depan dengan performa terbaik,” tambahnya.

Dengan persaingan Premier League yang masih terbuka, hasil final Carabao Cup ini berpotensi menjadi titik krusial. Manchester City mendapatkan momentum, sementara Arsenal dituntut untuk segera bangkit agar tidak kehilangan kendali dalam perburuan gelar.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait